Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Beli HP Pakai Uang Palsu, Warga Pati Dibekuk Polisi di Kudus

Pengedar upal di Kudus yang dibekuk polisi. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Seorang warga Kabupaten Pati Bernama M Jamiludin (21) dibekuk jajaran Polres Kudus. Ia ditangkap setelah mengedarkan uang palsu dengan modus membeli HP.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan, tersangka dibekuk setelah adanya laporan uang palsu yang dilakukan untuk jual beli HP dengan sistem cash on delivery (COD) di SPBU Kerawang, Kecamatan Jekulo, Kudus, Kamis (28/7/2022) lalu.

Korban merupakan Reza Aditya, warga Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kudus yang saat itu menjual HP Android seharga Rp 3,3 juta.

”Korban melapor telah mendapatkan sejumlah uang palsu dari pelaku setelah melakukan transaksi jual-beli HP,” katanya, saat konferensi pers di Mapolres Kudus, Senin (8/8/2022).

Dari uang sebanyak Rp 3,3 juta yang diterima korban, Rp 2,5 juta di antaranya merupakan uang palsu. Uang palsu tersebut berupa pecahan Rp 50 ribu sebanyak 51 lembar.

”Setelah dicek ternyata sebagian besar uang palsu, tahunya saat dilihat nomor seri uangnya sama semua. Setelah diraba ternyata uang itu palsu,” jelasnya.

Baca:Pengedar Uang Palsu di Kudus Dibekuk, Beraksi Lewat Medsos

Mendapati, laporan tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan. Tak berselang lama, polisi berhasil membekuk tersangka di SPBU wilayah Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati sehari setelah uang palsu diedarkan di Kudus.

”Tersangka kami ringkus Jumat (29/7/2022) di salah satu SPBU di wilayah Kabupaten Pati,” ucapnya.

Dari tangan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti uang palsu, uang asli yang digunakan untuk mengelabuhi korban, hingga alat pemotong kertas.

Kini tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat 2,3 undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, subsidair pasal 245 KUHPidana. ”Ancaman penjara 15 tahun,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.