Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Tiket Pesawat Hingga 15 Persen

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Tiket Pesawat Hingga 15 Persen
Foto: Ilustrasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merestui maskapai penerbangan untuk menaikkan tiket pesawat. Tak tanggung-tanggung, kenaikan yang direstui itu bisa mencapai 15 persen.

Ketentuan maskapai diperbolehkan menaikkan tiket pesawat ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) Yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam beleid tersebut, izin kenaikan tiket mereka berikan dengan memberikan ruang kepada maskapai untuk menaikkan biaya tambahan (surcharge) maksimal 15 persen dari tarif batas atas untuk pesawat jet dan 25 persen bagi pesawat jenis proppeller atau baling-baling.

Baca: Harga Tiket Pesawat Melambung, DPR Minta Menhub Segera Evaluasi

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono mengatakan kebijakan ini perlu ditetapkan agar maskapai memiliki pedoman dalam menerapkan tarif penumpang.

“Secara tertulis, himbauan ini telah kami sampaikan kepada masing-masing direktur utama maskapai nasional, untuk dapat diterapkan di lapangan,” ujar Nur Isnin, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (8/8/2022).

Nur Isnin mengatakan pengenaan biaya tambahan bersifat pilihan atau tidak mandatory bagi maskapai. Kemenhub akan mengevaluasi penerapan biaya tambahan sekurang-kurangnya setiap tiga bulan.

Baca: Tak Hanya Mudah, Ini Keuntungan Lain Beli Tiket Pesawat Secara Online

Kemenhub juga mengimbau agar seluruh badan usaha angkutan udara atau maskapai yang melayani rute penerbangan berjadwal dalam negeri agar menerapkan tarif penumpang yang lebih terjangkau oleh pengguna jasa penerbangan.

”Mari bersama-sama kita saling berkontribusi dan berkolaborasi dalam pemulihan transportasi udara. Khususnya kepada maskapai, agar patuh terhadap ketentuan tarif yang berlaku dan tetap menjaga kualitas pelayanan yang diberikan sesuai dengan kelompok pelayanan masing-masing,” ujar Nur Isnin.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndoensia.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.