Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Polres Tunggu Autopsi ART Cilacap Meninggal Bersimbah Darah di Rumah Majikan

Ilustrasi. (Dok Murianews)

MURIANEWS, Cilacap – Polres Cilacap tak menampik terkait adanya dugaan korban pembunuhan yang menimpa perempuan Asisten rumah Tangga atau ART berinisial J (53) di rumah majikannya di Kelurahan Tegalreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Meski begitu, pihaknya masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan petugas. Usai kejadian, polisi langsung membawa jenazah korban ke ke rumah sakit Margono untuk autopsi.

Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Gurbacov mengatakan, masih mendalami kasus tersebut apakan murni dugaan tindak pidana. Pihaknya pun mengaku masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan petugas.

Baca: ART di Cilacap Ditemukan Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

”Untuk memastikan, korban sudah kami kirim ke Rumah Sakit Margono untuk autopsi. Kita tunggu hasilnya (autopsi),” katanya.

”Yang pasti, kasus ini masih kami dalami. Apakah ini murni dugaan peristiwa tindak pidana,” tambahnya seperti dikutip detikJateng.

Gurbacov mengakui sudah memeriksa dan memintai keterangan beberapa orang dalam kasus tersebut. Sejauh ini, mereka yang diperiksa berstatus sebagai saksi.

”Sudah ada beberapa saksi yang kita periksa. Sejauh ini kasus ini masih diselidiki dan petugas juga masih bekerja di lapangan,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Kelurahan Tegalreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah digemparkan dengan temuan mayat J (56) yang bersimbah darah, Minggu (7/8/2022) kemarin. Perempuan yang bekerja sebagai Asisten umah Tangga itu diduga menjadi korban pembunuhan.

Baca: Tinggalkan Surat Wasiat, ART di Boyolali Ditemukan Gantung Diri di Rumah Majikan

Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro mengatakan, penemuan mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh anak pemilik rumah berinisial FHR, Minggu (7/8/2022) sekira pukul 05.40 WIB.

Saat itu FHR hendak menuju ke lantai satu kamar bawah menuju ruangan belakang. Ia pun melihat korban sudah dalam posisi terlentang di kursi. Namun, saat dipanggil, korban tidak menjawab.

”Lalu FHR menyalakan lampu. Saat itu, ia kaget melihat ada darah di lantai dan korban dengan kondisi berlumuran darah,” katanya seperti dikutip detikJateng, Senin (8/8/2022).

Melihat kejadian tersebut, FHR berteriak dan memanggil kakaknya BNH. Keduanya lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Cilacap Selatan.

Begitu mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tak hanya itu, petugas juga sudah meminta keterangan beberapa orang sebagai saksi dalam kasus tersebut.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: DetikJateng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.