Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pegiat Sejarah Ragu Usia Pati Sudah 699 Tahun

Pegiat Sejarah Ragu Usia Pati Sudah 699 Tahun
Penggiat Sejarah Pati, Ragil Haryo. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Pegiat Sejarah Pati Ragil Haryo meragukan usia Kabupaten Pati, yang besok merayakan Hari Jadi ke-699. Ada beberapa poin yang membuatnya ragu dengan usia Kabupaten Pati.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 1994 yang disahkan 31 Mei 1994, Hari Jadi Pati ditetapkan pada 7 Agustus 1323.

Mulanya, ada tiga tanggal yang jadi alternatif, yakni 3, 7, dan 14 Agustus. Itu muncul dalam sebuah seminar 28 September 1993 silam di Pendapa Kabupaten Pati. Dari situ, Tim Penyusun Hari Jadi Pati memutuskan untuk HUT Pati jatuh pada tanggal 7 Agustus.

Ragil Haryo menjelaskan, Hari Jadi Pati ditandai dengan pemindahan atau boyongan kekuasaan Kadipaten Pesantenan di Desa Kemiri ke Desa Kaborongan, dengan simbol pusaka Kuluk Kyai Kanigoro dan Keris Kyai Rambut Pinutung.

Baca: Besok Hari Jadi Pati Ke-699, Begini Sejarahnya

Namun, ia menurutnya ada yang janggal dengan peristiwa boyongan itu. Di mana, dalam Peta Pati Kuno pada 1858 tidak terdapat daerah dengan nama Kaborongan.

”Tidak ada daerah dengan nama Kaborongan, wilayah itu masih dinamakan Pandean. Padahal boyongan ini dari Kemiri ke Kaborongan. Kalau Kaborongan daerah yang penting seharusnya tercantum dalam peta ini,” ujarnya sambil menujukkan peta lawas.

Ia juga menilai Kaborongan berasal dari nama Borong. Menurutnya, istilah itu cukup muda digunakan sebagai serapan Bahasa Jawa. Dan bukan berasal dari Bahasa Sanskrit atau Sansekerta yang lumrah digunakan untuk menamai daerah di masa lalu.

”Kaborongan di masa lalu kemungkinan pusat pengembangan kota dari Belanda. Karena, dilihat dari struktur wilayahnya di situ ada Kabupaten, Kauman, Pecinan yang merupakan identik buatan belanda untuk mengatur kelompok-kelompok tersebut,” bebernya.

Meskipun demikian, ia memercayai jika usia Pati memang sangat tua. Lantaran di era masa kejayaan kerajaan Hindu-Budha sudah dinamakan Bumi Pati.

”Ada beberapa pendapat. Misalnya yang diutarakan salah satu seorang profesor dari Undip, menyatakan bahwa Pati berasal dari nama Pati Yamca Bumi Yamca. Yang paling tua dari itu. Kemudian dari naskah Mataram pun ada daerah yang sudah disebut Pati,” tutur dia.

Namun, Ragil menilai, seyogianya Hari Jadi Pati berdasarkan keputusan pemerintah Hinda Belanda ketika merubah sistem administrasi politik, yang diawali oleh Raffles yang mengenalkan Prefektur.

Hanya saja, Ragil belum menjumpai Staatsblad yang mengatur Regionscap (Kabupaten) di Jawa Tengah. Ia baru menemukan dokumen Staatsblad di periode 1904 yang membagi Kecamatan (underdistrict) di Pati.

”Nah mungkin untuk lebih sahih, kita bisa menemukan dokumen proses pembentukan kabupaten-kabupaten itu, inilah yang bisa menjadi acuan hari jadi kabupaten Pati,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...