Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Besok Hari Jadi Pati Ke-699, Begini Sejarahnya

Besok Hari Jadi Pati Ke-699, Begini Sejarahnya
Kendaraan melintas di kawasan Alun-alun Pati (Murianews/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Hari Jadi Pati ke-699 jatuh pada Minggu (7/8/2022). Bupati Pati Haryanto dan jajarannya serta masyarakat setempat merayakannya meski digelar secara sederhana.

Ada beberapa agenda dalam kegiatan Hari Jadi Pati ke-699. Selain tasyakuran, puncak acara nanti digelar Upacara Hari Jadi dan dilanjutkan ziarah kubur ke makam leluhur.

Hari Jadi Pati ditetapkan pada 7 Agustus 1323. Penetapan itu dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 1994 yang disahkan pada 31 Mei 1994.

Penggiat Sejarah, Ragil Haryo menjelaskan, Hari Jadi Pati ditandai dengan pemindahan atau boyongan kekuasaan Kadipaten Pesantenan di Desa Kemiri ke Desa Kaborongan, dengan simbol pusaka Kuluk Kyai Kanigoro dan Keris Kyai Rambut Pinutung.

Baca: Jadhug, Film Produksi Pati Tayang di Bioskop

Melansir Wikipedia, perpindahan itu terjadi pada masa Adipati Raden Kembangjaya, sekitar abad ke 14. Adipati Raden Kembangjaya, sebelumnya memintahkan pemerintahan Kadipaten Carangsoka ke Desa Kemiri.

Pemindahan itu kemudian sekaligus mengganti nama menjadi Kadipaten Pesantenan. Adipati Raden Kembangjaya pun mendapat gelar Adipati Jayakusuma di Pesantenan.

Adipati Jayakusuma hanya mempunyai seorang putra tunggal yaitu Raden Tambra. Setelah ayahnya wafat, Raden Tambra diangkat menjadi Adipati Pesantenan, dengan gelar “Adipati Tambranegara”.

Dalam menjalankan tugas pemerintahan Adipati Tambranegara bertindak arif dan bijaksana. Menjadi songsong agung yang sangat memperhatikan nasib rakyatnya, serta menjadi pengayom bagi hamba sahayanya. Kehidupan rakyatnya penuh dengan kerukunan, kedamaian, ketenangan dan kesejahteraannya semakin meningkat.

Kemudian, Adipadi Tambranegara memindahkan Kadipaten Pesantenan dari Desa Kemiri menuju Desa Kaborongan. Nama Kadipaten Pesantenan pun diubah menjadi Kadipaten Pati. Pemindahan itu terjadi sekitar awal Agustus 1323.

”Dalam sebuah seminar pada 28 September 1993 di Pendapa Pati, ada tiga alternatif untuk ditetapkan jadi Hari Jadi Pati, saat itu. Tiga alternatif itu yakni tanggal 3, 7, dan 14 Agustus. Dari situ, Tim Penyusun Hari Jadi Pati memutuskan untuk HUT Pati jatuh pada tanggal 7 Agustus,” kata Ragil Haryo.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...