Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bonus untuk Safira yang Juara Dunia Tidak Sampai Rp100 Juta

Safira Dwi Meilani
Atlet pencak silat asal Kudus, Safira Dwi Meilani. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Atlet pencak silat asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Safira Dwi Meilani berhasil menjuarai Kejuaraan Dunia di Malaysia. Tetapi tampaknya bonus yang diperolehnya tidak akan sampai Rp100 juta seperti yang didapatkan rekannya, pesilat asal Tegal.

Pesilat asal Tegal, Atifa Fimawati, yang juga mendapatkan prestasi puncak di World Pencak Silat Championship 2022, Malaysia, seperti halnya Safira Dwi Meilani. Dari Pemkot Tegal, Atifa dikabarkan mendapatkan bonus Rp100 juta. Namun, kondisi berbeda tampaknya akan dialami Safira.

Ketua KONI Kudus, Imam Triyanto menyatakan, bonus untuk Safira sepertinya tidak akan sebesar apa yang diterima rekannya dari Tegal itu. KONI Kudus, menurut Imam Triyanto hanya akan memberikan apresiasi dengan jumlah yang tidak mencapai Rp100 juta.

“Kami hanya memberikan apresiasi saja. Untuk nominal jumlahnya kami tidak bisa sebut,” ujar Imam Triyanto, Sabtu (6/8/2022).

Imam Triyanto menyatakan, pihaknya tidak mungkin memberikan besaran dengan jumlah sebanyak itu. Sebab, jumlah tersebut dirasa terlalu besar bagi kemampuan keuangan KONI Kudus.

“Kami dari KONI Kudus tidak mungkin memberikan jumlah segitu (Rp100 juta, red). Selain itu tidak ada kewenangan juga dari kami untuk memberikan nilai dengan jumlah tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengcab IPSI) Kudus, Muhammad Nur Hasyim pihak Pemkab tampaknya hanya memberikan tali asih. Rencananya tali asih dari Bupati Kudus akan diberikan di ujung acara arak-arakan penyambutan Safira, pada Senin (8/8/2022) lusa.

BACA JUGA: IPSI Kudus Pastikan Ada Arak-Arakan untuk Safira

Hasyim melanjutkan, jumlah bonus yang diterima Safira tidak sama nilainya dengan yang di terima Atifa Fismawati dari Pemkot Tegal. Namun demikian, pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan, dan juga tidak mau ikut campur.

“Yang namanya orang ngasih itu sesuai kemampuan yang ngasih. Kami dari IPSI Kudus juga tidak akan ikut campur. Berapapun itu berarti itulah rezekinya Safira,” kata Hasyim, Sabtu (6/8/2022).

Hal yang sama juga disampaikan Safira. Dirinya tidak akan mempermasalahkan jika dirinya tidak mendapatkan bonus Rp100 juta seperti rekannya yang juga terjun di kejuaraan yang sama. Menurutnya, sudah biasa dengan hal ini.

“Kalau misal bonusnya tidak Rp100 juta ya tidak apa-apa. Ikhlas saja. Dahulu waktu Porprov Jateng 2018 untuk peraih medali perak dijanjikan bonus Rp30 juta tetapi dapatnya Rp10 juta ya saya tidak mempermasalahkan. Yang penting bisa untuk nabung dan tetap semangat latihan,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi Erje

Comments
Loading...