Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ingat Anime Crush Gear? Pemuda di Kudus Ini Masih Awet Mengoleksi

Fatchur Rohman menunjukkan koleksi Crush Gear miliknya. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Anime Crush Gear sempat booming di tahun 2003 lalu. Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ada pemuda yang masih gemar mengoleksi mainan Crush Gear.

Diketahui, mainan Crush Gear diadaptasi dari anime dengan judul yang sama. Anime tersebut diproduksi oleh Sunrise dalam 68 episode. Anime tersebut disiarkan sejak 2001 hingga 2003 silam.

Fatchur Rohman Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, merupakan kolektor mainan Crush Gear.

”Saya mulai mengoleksi sejak 2003. Tetapi baru ikut komunitas Brick (Brotherhood Independent Crush Gear Kudus, red) di 2015,” katanya.

Awal pertama mengoleksi di 2003 itu Fatchur memiliki 30 unit mainan Crush Gear. Di tahun 2003 itu harga Crush Gear yang dibelinya berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu.

Seiring berjalannya waktu, mainan Crush Gear di tempatnya sisa 13 unit saja karena ada yang hilang karena lupa menyimpan. Beragam jenis Crush Gear dimilikinya. Mulai dari jenis turbo, nitro, dan gear boost.

Dia tanpak lihai menjelaskan jenis Crush Gear yang dimilikinya. Jenis Crush Gear turbo memiliki senjata yang lebih tinggi dari Crush Gear jenis Nitro. Selain itu untuk Crush Gear jenis turbo bentuknya lebih simple.

Sedangkan Crush Gear jenis Nitro terdapat senjata di bagian belakang. Sementara Crush Gear jenis Gear Boost memiliki senjata berukuran paling besar dan terletak di bagian depan.

”Untuk Crush Gear jenis boost biasanya senjatanya itu dijual terpisah,” sambungnya.

Dia tertarik mengoleksi Crush Gear karena dapat dibongkar pasang. Selain itu senjata Crush Gear dapat di-update dengan ukuran dan damage yang lebih besar.

”Kalau menurut saya lebih unik daripada Tamiya. Kalau Tamiya kan adu kecepatan. Kalau Crush Gear adu kekuatan. Ada aturannya juga untuk durasi tandingnya sekitar satu sampai 1,5 menit. Kalau bagian Crush Gear ada yang lepas atau Crush Gear terbalik, atau baterainya mati dianggap kalah,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga sering mengikuti kejuaraan Crush Gear. Beberapa prestasi pernah ditorehkan. Mulai dari juara Mini Turnamen di Kudus pada tahun 2021, peringkat lima Semarang Gear Boost 2022, dan kejuaraan lainnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...