Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

6 Temuan Baru Komnas HAM atas Tewasnya Brigadir J

6 Temuan Baru Komnas HAM atas Tewasnya Brigadir J
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (CNNIndonesia.com)

MURIANEWS, Jakarta – Komnas HAM mendapatkan 6 temuan baru atas penyelidikan kasus tewasnya Brigadir J yang saat ini masih menjadi misteri.

Sekali pun Bharada E sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri, tetapi oleh Komnas HAM penetapan itu lantaran Bharada E dalam pemeriksaan mengaku bahwa dia menambak Brigadir J.

Sementara fakta dalam penyelidikan Komnas HAM, pengakuan saja tidak bisa menjadi patokan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka kasus pidana.

Komnas HAM menilai ada fakta lain yang justru diyakini bahwa pelaku penembakan bukan Bharada E, tetapi ada orang lain.

Baca: Komnas HAM Sebut Bharada E Belum Tentu Pelaku Penembakan Brigadir J

Berbagai penyelidikan pun masih terus dilakukan. Terutama oleh tim khusus yang dibentuk Komnas HAM.

Dalam perjalanannya, Komnas HAM menemukan berbagai bukti baru selama proses penyidikan berlangsung.

Ada enam temuan Komnas HAM yang patut menjadi pertimbangan dalam peristiwa tewasnya Brigadir J ini.

1. Istri Sambo berteriak

Dalam penyelidikan, Komnas HAM menemukan istri Irjen Ferdy Sambo, yakni Putri Chandrawathi berteriak. Teriakan itu terjadi sebelum peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Meski demikian, dari keterangan saksi-saksi yang diperiksa, tidak diketahui teriakan yang dilakukan Putri itu berkaitan dengan apa. Sebab sebelumnya, ada tudingan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri.

Baca: Komnas HAM Ungkap Detik-Detik Penembakan Brigadir J

2. Dokumentasi foto kegiatan di Magelang

Dokumentasi foto kegiatan di Magelang sebelum Brigadir J mengembuskan napas terakhirnya telah dikantongi Komnas HAM. Foto-foto itu disebut cukup penting untuk mengungkap kasus yang saat ini tengah menjadi sorotan itu.

3. Tak ada saksi saat penembakan terjadi

Komnas HAM menyebut, tak ada saksi yang melihat aksi baku tembak antara Brigadir J dan tersangka Bharada E. Pernyataan adu tembak itu juga hanya disampaikan oleh Bharada E.

”Ini kan baru keterangan Bharada E sendirian yang kemudian diperkuat oleh keterangan Riki yang juga berada di lantai bawah, tetapi Riki sebenarnya tidak melihat langsung tembak menembak itu,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, dikutip dari CNNIndoensia.com, Sabtu (6/8/2022).

Baca: Brigadir J Tewas, Komnas HAM akan Periksa Irjen Sambo

4. Istri Sambo menangis terekam CCTV

Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi disebut langsung pulang ke rumah pribadi dan menangis usai terjadi peristiwa penembakan Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Hal itu diungkapkan oleh Taufan Damanik setelah memeriksa CCTV yang dipasang di rumah pribadi Sambo. Jarak antara rumah pribadi dan rumah dinas Sambo tidak jauh.

5. Pelecehan seksual belum tentu terjadi

Komnas HAM menyebut, tudingan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo justru belum tentu terjadi. Ini lantaran hingga saat ini belum ada saksi yang membenarkan terjadinya hal tersebut.

6. Keterangan polisi banyak yang tidak klop

Komnas HAM menyebut banyak hal yang tidak sesuai antara temuan pihaknya dengan kronologi yang diungkap polisi sebelumnya. Misalnya, soal Brigadir J yang disebut menodongkan pistol ke Putri saat pelecehan seksual terjadi.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...