Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Para Pembuat Luwur Makam Sunan Kudus Harus Selalu Jaga Wudu

Sejumlah perewang tengah membuat luwur baru di seputaran Tajuk Menara Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 34 orang dilibatkan dalam pembuatan luwur Makam Sunan Kudus, di kompleks Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah. Para perewang ini tidak boleh asal-asalan, dan harus selalu menjaga wudu.

Menurut kebiasaan turun temurun, dalam pembuatan luwur aneka motif itu, sang perewang memang dianjurkan untuk dalam keadaan suci. Atau bisa dipahami menjaga wudunya dan berpakaian yang bersih, sehingga tidak ada kotoran yang ikut menempel di luwur baru.

”Kalau tradisi khusus tidak ada. Cuma ya itu diusahkan untuk terus suci saat membuat kain-kain luwur,” kata Koordinator Seksi Luwur Ahmad Arinal Haq di sela pembuatan luwur, Sabtu (6/8/2022).

Selain itu, beberapa perewang utamanya dari kalangan sepuh juga kerap membaca selawat ataupun berzikir saat membuat luwur.

”Ketika mereka lelah kemudian berhenti sejenak, lalu selawat lagi sembari membuat luwur. Ya mungkin karena dari kami ingin yang terbaik untuk hasilnya, sehingga usaha dan niatnya juga harus baik pula,” sambung Arinal.

Baca: Luwur Baru Makam Sunan Kudus Mulai Dibuat dan Dipasang

Proses pembuatan dan pemasangan luwur sendiri, akan berlangsung hingga tanggal 8 Agustus 2022 mendatang. Dengan luwur yang terakhir dipasang adalah di dalam cungkup Makam Sunan Kudus.

”Kalau yang lainnya lebih fleksibel, kami lakukan blok per bloknya,” pungkas Arinal.

Sebelumnya, Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YMKSK) mencopot luwur lama dan menggantinya dengan luwur-luwur baru yang mereka buat sendiri. Ada sejumlah motif dalam pembuatan luwur tersebut.

Baca: Makam Sunan Kudus Tanpa Luwur, Kental Nilai Historis

Mulai dari motif melati, unthuk banyu, kompol, wiru, ranjam, tenger, kemul, dan langitan. Masing-masing luwur tersebut ditempatkan di tempat yang berbeda.

Seperti motif langitan yang dipasang di atas cungkup dan di luar cungkup makam serta unthuk banyu yang berada di luar mengitari makam.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...