Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info DIY

Ribuan Bendera Membelah Desa di Kulon Progo

Ribuan Bendera Membelah Desa di Kulon Progo
Warga melintas di antara bendera yang berjejeran (Kompas.com)

MURIANEWS, Kulon Progo – Memperingati Hari Ulang Tahu (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) identik dengan pengibaran bendera merah putih. Terlebih Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) telah memberikan edaran untuk memasang bendera sejak 1-31 Agustus.

Namun, ada yang berbada di Pedukuhan Dobangsan, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Deretan bendera tidak hanya berada di wilayah perkampungan, tetapi juga di areal persawahan.

Bendera berjejer di jalan tengah persawahan dengan jarak tiang sekitar tiga meter. Dari kejauhan, jalan itu justru tampak lebih menarik, lantaran merah putih berkibar dengan luasnya.

Baca: Siswi SMA Labschool Jakarta Timur Bakal Kibarkan Bendera Merah Putih di Gunung Elbrus Rusia

”Bendera-bendera ini terpasang dari Timur ke Barat dengan gapura (bentuk) lumbung padi sebagai jalan masuk ke pedukuhan kita,” kata Teguh Supriyono, Dukuh (kepala dusun) Dobangsan, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (6/8/2022).

Dobangsan memang selalu menarik perhatian tiap bulan Agustus. Pasalnya, warga dusun memasang bendera satu bulan penuh di sana.

Warga menyebutnya sebagai Jalan Turi Dobangsan. Jalanan yang penuh bendera itu membelah areal persawahan seluas 24 hektar.

Baca: Ini Harga Bendera dan Pernak-pernik HUT RI di Kudus

”Bendera juga dikibarkan sampai ke RT yang ada. Di mana setiap RT akan mengibarkan 100 bendera. Kami ada sembilan RT,” kata Teguh.

Pemasangan ribuan bendera sudah berlangsung sejak 2019. Warga tidak pernah absen menggelar aksi ini.

Awalnya adalah kegelisahan terkait rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Kemudian lahir ide mengibarkan bendera di sepanjang jalan tengah sawah dan perkampungan.

Warga menyambut dengan menebang bambu hingga membeli bendera. Bambu dan biaya beli bendera dari sumbangan suka rela masyarakat.

Teguh mengungkapkan, tidak hanya aksi memasang bendera. Warga merancang berbagai gelaran kemeriahan, seperti pasar hasil tani kelompok wanita tani (KWT), lomba di hingga di tingkat RT dan tirakatan malam menyambut 17 Agustus.

Baca: Blora Canangkan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih

Puncaknya, warga mengibarkan bendera Merah Putih dan mengikuti upacara pengibaran di tengah sawah.

”Pemasangan bendera menunjukkan semangat masyarakat Dobangsan yang cinta tanah air, sambil mengenang para pahlawan pendahulu kita,” kata Teguh.

Semarak Dobangsan seperti ini membuat warga mampir. Apalagi, lokasinya mudah ditemui dan cukup mencolok karena berada di jalan raya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...