Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Makanan dan Minuman yang Bisa Jadi Penetral setelah Makan Daging

Ini Makanan dan Minuman yang Bisa Jadi Penetral setelah Makan Daging
Foto: Ilustrasi makan daging (Bruno /Germany dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Mengonsumsi daging pada dasarnya sangat dianjurkan karena ada manfaatnya bagi kesehatan. Meski demikian, tingkat konsumsi daging ini ada batasannya.

Jika makan daging terlalu banyak maka justru bisa berdampak pada kesehatan. Terlebih pada beberapa orang yang sudah dianjurkan untuk membatasi konsumsi daging.

Untuk menghindari dampak yang bisa muncul, beberapa orang biasanya mengonsumsi minuman makanan lain sebagai penetral lemak yang tinggi setelah makan daging.

Baca juga: Alami Kaki Nyeri Akibat Kelamaan Pakai High Heels? Coba Atasi dengan Cara Ini

Melansir dari Hello Sehat, Jumat (5/8/2022), konsumsi daging berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker, dan hipertensi. Risiko kesehatan ini berasal dari kalori, lemak trans, dan lemak jenuh yang tinggi pada daging.

Oleh karena itu, Anda bisa mengonsumsi makanan penetral setelah makan daging atau makanan berlemak. Berikut ini beberapa makanan dan minuman untuk menetralkan daging sapi, kambing, dan sebagainya.

Minum air hangat

Air hangat dapat menjadi minuman setelah makan daging. Minum air hangat setelah mengonsumsi makanan berminyak membantu menenangkan dan mengaktifkan sistem pencernaan Anda.

Air bertindak sebagai pembawa gizi dan zat sisa tubuh. Minum air panas membantu memecah zat gizi menjadi bentuk yang dapat dicerna.

Jika Anda tidak minum cukup air, usus kecil akan menyerap air dari makanan untuk pencernaan, menyebabkan dehidrasi dan sembelit.

Minuman detoks

Minuman detoks membantu membuang racun yang menumpuk di sistem Anda setelah mengonsumsi makanan berminyak. Sebuah studi dalam Journal of human nutrition and dietetics (2015) menyebutkan minuman detoks seperti jus lemon berpotensi melepaskan racun dan membantu menurunkan berat badan.

Sebuah studi lain menunjukkan bahwa minum jus lemon atau mengikuti diet detoks lemon dapat mengurangi lemak tubuh.

Prebiotik

Asupan prebiotik secara teratur berpotensi membantu menyeimbangkan kesehatan pencernaan. Selain itu, prebiotik meningkatkan bakteri usus yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.

Fungsi lain dari prebiotik adalah untuk melancarkan pencernaan Anda setelah mengonsumsi daging. Anda dapat mengonsumsi secangkir yoghurt sebagai minuman setelah makan daging. Sumber prebiotik lainnya adalah tempe, oncom, atau tauco.

Buah-buahan

Mengonsumsi buah membantu menyediakan cukup vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh sehingga pencernaan lebih lancar. Makan daging berlemak yang tanpa makanan berserat lainnya berpotensi menyebabkan sembelit.

Anda dapat makan semangkuk sedang (125 gr) salad buah segar untuk memenuhi asupan gizi seimbang harian Anda. Selain itu, buah dapat memasok kebutuhan cairan yang dibutuhkan sistem pencernaan untuk mencegah sembelit.

Sayuran

Kandungan serat dalam sayur dapat membantu mengikat lemak dari daging dan membantu mengurangi penyerapan lemak jenuh. Oleh karena itu, sayuran dapat menjadi makanan penawar setelah makan daging.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kemenkes RI menyarankan Anda untuk mengonsumsi setidaknya 250 gr sayuran setiap hari. Agar lebih mudah mengonsumsinya, Anda dapat membagi jumlah konsumsi sayuran ke dalam tiga kali waktu makan, seperti saat sarapan, makan siang, dan makan malam.

Panduan sehat makan daging

Sebenarnya boleh saja Anda mengonsumsi daging dalam makanan sehari-hari. Namun, Anda perlu ingat batasan jumlah konsumsi daging yang tepat.

World Cancer Research Fund International menyarankan konsumsi daging merah matang dibatasi tidak lebih dari 350 – 500 gram. Artinya, konsumsi daging matang hanya dibatasi sebanyak 50 – 70 gram per hari.

Makanan penetral setelah makan daging yang dapat membantu sistem pencernaan mencerna makanan berlemak ini. Dengan begitu, tubuh bisa menyerap zat gizi penting yang terdapat dalam daging secara optimal.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Comments
Loading...