Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Sejarah Getuk Goreng Sokaraja, Oleh-Oleh Favorit saat Berkunjung ke Banyumas

Ini Sejarah Getuk Goreng Sokaraja, Oleh-Oleh Favorit saat Berkunjung ke Banyumas
Foto: Getuk goreng Sokaraja (wikipedia.org)

MURIANEWS, Kudus – Getuk goreng Sokaraja merupakan salah satu makanan khas dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kuliner ini sudah dikenal dan jadi oleh-oleh favorit orang yang berkunjung ke Banyumas.

Makanan khas ini berasal dari Kecamatan Sokaraja, salah satu kecamatan yang ramai di Banyumas. Sokaraja sendiri merupakan daerah penghubung antara Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Purbalingga, dan Banjarnegara.

Lantaran wilayahnya menjadi akses transportasi antar kabupaten inilah yang menjadikan getuk goreng Sokaraja cepat dikenal orang. Terlebih, di sepanjang jalur tersebut banyak sekali penjual getuk goreng ini.

Baca juga: Wedang Tahu, Kuliner Legendaris Khas Semarang yang Sudah Ada sejak Abad 19

Melansir dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id, makanan ini sudah hadir cukup lama. Getuk goreng pertama dibuat tahun 1918.

Seorang penjual rames bernama Sanpirngad adalah orang pertama yang membuat getuk goreng. Awalnya, warung Pak Sanpirngad selain menjual rames juga menyediakan getuk cemol (getuk teles atau basah).

Namun, getuknya kadang tidak habis terjual dan sering dibuang. Akhirnya Pak Sanpirngad berinisiatif mengolahnya lagi dengan cara digoreng.

Tadinya getuk goreng disediakan gratis di warung rames Pak Sanpirngad. Tidak diduga, ternyata getuk goreng ini banyak peminatnya. Baru setelah enam tahun berjalan, getuk goreng resmi dijual alias tidak gratis lagi.

Sampai sekarang, bila kita melewati Sokaraja pasti banyak plang bertuliskan Getuk Goreng Asli H Tohirin di sepanjang jalan raya. Nama H Tohirin ini adalah menantu Pak Sanpirngad yang meneruskan usaha getuk goreng. Sudah ada beberapa cabang yang sekarang diteruskan anak-anak dari H Tohirin.

Foto: Proses penggorengan getuk khas Sokaraja, Banyumas (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Memang bagaimana rasanya getuk goreng? Kok bisa usahanya bisa turun-temurun dan tetap bertahan walau banyak makanan kekinian yang bermunculan.

Tentu saja manis legit seperti getuk pada umumnya. Bedanya, getuk goreng memiliki sedikit sensasi gurih garing di luar karena tepung yang menyelimuti getuknya. Selain itu, proses digoreng juga membuat getuk lebih awet. Hal ini membuat getuk goreng cocok untuk oleh-oleh. Apalagi untuk oleh-oleh pengunjung dari luar kota. Walau harus menempuh perjalanan berjam-jam, getuknya tidak basi.

Bahan untuk membuat getuk goreng pun mudah di dapat. Seperti getuk pada umumnya, bahan utama getuk goreng adalah singkong. Dan di Sokaraja kita bisa dengan mudah menemukan pohon singkong. Apalagi jaman dulu singkong adalah bahan makanan pokok. Singkong tersebut lalu dikukus dan dihaluskan sebelum dicampur bahan lainnya.

Kedua, bahan yang membuat getuk goreng manisnya legit adalah gula aren. Warna coklat yang ada di dalam getuk goreng ini juga karena penggunaan gula aren. Coklat pada bagian luar getuk goreng tentu saja karena proses penggorengan.

Setelah semua bahan diuleni hingga tercampur, adonan dibentuk kecil-kecil. Tahapan terakhir sebelum digoreng, adonan dicelupkan dulu ke dalam tepung. Baru digoreng dengan minyak yang banyak dan panas sampai kecoklatan.

Getuk goreng yang sudah matang dikemas dalam besek kecil. Siap dibawa untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id

Comments
Loading...