Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Aris Wibawa Berhasil Sejahterakan Keluarga Besarnya

Aris Wibawa
Lukman Hakim menunjukan sejumlah medali kejuaraan yang pernah diraih adiknya, Aris Wibawa sebelum ini. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Aris Wibawa, atlet renang difabel asal Jepara di mata keluarganya tidak hanya membanggakan. Namun pada kenyataannya, meski mengalami kekurangan sejak lahir, dirinya justru menjadi yang berhasil mensejahterakan keluarga besarnya,

Lukman Hakim, kakak kandung Aris Wibawa mengaku hal ini. Sang kakak menceritakan, saat meraih medali perak di Asian Para Games Jakarta 2018 silam, bonus Aris langsung diberikan untuk keluarganya.

Rumah orang tuanya yang dulunya terbuat dari kayu, diubah menjadi tembok berukuran 6 X 12 meter. Hal itu dilakukan oleh Aris Wibawa dari hasil perjuangannya di bidang olahraga yang ditekuninya.

Tak hanya rumah, Aris juga membelikan sawah untuk keluarga. Ayah dan ibunya yang sebelumnya hanya seorang kuli tani di sawah orang lain, kini bisa menggarap sawahnya sendiri. Seperti hari ini, orang tua Aris tengah menjemur jagung dari hasil panen dari sawah sendiri.

BACA JUGA: Atlet Jepara Sumbangkan Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2022

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa punya sawah sendiri. Dulu pernah punya. Tapi dijual untuk biaya sekolah,” kata Lukman.

Lukman menambahkan, Aris juga membelikan sepeda motor bagi adik-adiknya. Sampai saat ini, sudah empat sepeda motor terbeli untuk adik-adiknya tercinta. Semuanya dilakukan oleh Aris Wibawa, sebagai bentuk cintanya pada keluarga.

Meskipun kini sudah menjadi atlet internasional, Aris juga tak mau merepotkan orang lain. Apalagi pemerintah. Setiap kali berangkat latihan atau luar kota, Lukman biasa mengantar-jemput adiknya.

“Kalau ke luar kota. Dia sering naik travel dari Jepara. Pulangnya juga begitu. Dia juga sering mengadakan santunan ke warga tak mampu,” pungkas Lukman Hakim.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi Erje

Comments
Loading...