Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Safira Belum Tahu Jumlah Bonus yang Akan Diterimanya

Safira Dwi Meilani
Atlet pencak silat asal Kudus, Safira Dwi Meilani. (Murianews/istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pesilat asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Safira Dwi Meilani mengaku belum tahu besaran bonus yang akan didapatkannya setelah menjadi juara dunia di Malaysia. Soal nominal bonus yang kemungkinkan didapatkannya, dia mengaku mengikuti saja.

Safira berhasil meraih medali emas World Pencak Silat Championship 2022, di Malaysia. Pesilat putri asal Kudus ini, berhasil meraih medali emas usai menumbangkan pesilat Vietnam, Nguyen Thi Mai Lan, di kelas tanding B putri 50-55 Kilogram.

“Terkait bonus belum ada informasi. Termasuk besarannya berapa juga belum tahu,” katanya, Jumat (5/8/2022).

Kepada Murianews Safira mengaku tetap berkeinginan mendapatkan bonus. Meski demikian, dia tidak mempersoalkan besaran nominalnya.

“Kalau ditanya ingin diberi bonus apa tidak, pastinya ya saya ingin. Apalagi teman-teman saya dari daerah lain juga mendapatkan bonus,” sambungnya.

Berbeda dengan atlet dari daerah lain, Safira memang belum mendapatkan sebuah penghormatan atau penghargaan dari Pemerintah. Pesilat asal Kota Tegal, Jawa Tengah, Atifa Fismawati misalnya, dikabarkan mendapatkan bonus Rp100 juta dari Pemkot Tegal usai menjadi juara di ajang yang sama seperti yang diikuti Safira.

Atifa Fismawati bahkan disambut luar biasa oleh Pemkot Tegal, saat tiba di Stasiun Tegal beberapa waktu lalu. Pemkot Tegal menggelar penyambutan luar biasa untuk Atifa saat dirinya turun dari kereta api yang mengangkutnya dari Jakarta.

BACA JUGA: IPSI Kudus Berharap Pemkab Beri Apresiasi Bagi Safira

“Iya teman saya Atifa yang dari Tegal mendapatkan bonus Rp100 juta. Katanya malah totalnya info terbaru sampai Rp130 juta. Kalau teman-teman dari daerah lain saya belum tahu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Safira mengaku tidak mempermasalahkan jika dirinya tidak mendapatkan bonus Rp100 juta seperti rekannya yang juga terjun di kejuaraan yang sama. Safira mengaku sudah biasa dengan hal ini.

“Kalau misal bonusnya tidak Rp100 juta ya tidak apa-apa. Ikhlas saja. Dahulu waktu Porprov Jateng 2018 untuk peraih medali perak dijanjikan bonus Rp30 juta tetapi saya dapatnya Rp10 juta ya saya tidak mempermasalahkan. Yang penting bisa untuk nabung dan tetap semangat latihan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus, Imam Triyanto mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan bonus. Tetapi hanya memberikan apresiasi saja.

“Kami hanya memberikan apresiasi saja. Untuk nominalnya jumlahnya berapa kami tidak bisa sebut,” ujar Imam.

Ditanya soal besaran bonus yang diterima oleh atlet silat asal Tegal, Atifa Fismawati pihaknya mengaku tidak mungkin memberikan besaran dengan jumlah sebanyak itu. Sebab, menurutnya, jumlah tersebut terlalu besar.

“Kami dari KONI Kudus tidak mungkin memberikan jumlah segitu (Rp 100 juta, red). Selain itu tidak ada kewenangan juga dari kami untuk memberikan nilai dengan jumlah tersebut,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi Erje

Comments
Loading...