Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengenal Bakcang, Makanan Tionghoa yang Tak Melulu Berisi Babi

Bakcang halal tanpa isian babi. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Bakcang, salah satu makanan tradisional khas Tionghoa yang sering ditemui di Pecinan di Indonesia. Makanan ini biasa disajikan saat momen-momen besar, seperti Imlek.

Bakcang identik dengan ketan, dan di dalamnya terdapat isian daging babi. Namun bakcang tidak melulu harus diisi daging babi, bisa diisi dengan daging lain seperti ayam atau lainnya.

Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Hien Bio, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Lina Chandra (Tjan Ay Ling) mengatakan, bakcang berupa kepalan nasi ketan yang dibungkus dengan daun bambu.

Menurut Lina Chandra, isian bakcang beragam. Hal itu tergantung selera pembuatnya, bisa diisi daging babi, daging ayam, atau sayuran.

”Tergantung yang membuat. Kalau si pembuatnya tidak suka babi, biasanya diisi ayam. Terkadang diisi sayuran, terkadang jamur. Tetapi untuk bagian luarnya merupakan beras ketan,” katanya, Jumat (5/8/2022).

Bakcang, makanan khas Tionghoa. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

Lina membeberkan, di Jawa Tengah dan Jawa Timur, setiap kali membuat bakcang memang dominan menggunakan beras ketan. Tetapi bakcang yang dibuat di daerah Jabodetabek, menurutnya dibuat menggunakan beras biasa.

”Kalau daerah Jabodetabek pembuatan bakcang diganti dengan beras atau nasi. Terkadang kan ada yang tidak bisa makan ketan karena persoalan lambung, jadi bisa diganti dengan nasi,” sambungnya.

Baca: Jajanan Khas Pecinan di Taman Menara Kudus, Murah Meriah

Sementara itu, Kuo Tjun, Ketua Pembina Kelenteng Hok Hien Bio Kudus mengatakan hal yang sama. Menurutnya, bakcang merupakan makanan tradisional Tionghoa berupa ketan.

”Aslinya itu hanya ketan. Tetapi memang seiring berjalannya waktu ditambah isian. Ada yang diisi daging, ada yang diisi sayuran,” ujarnya.

Lebih lanjut, makanan bakcang biasanya disajikan saat rangkaian perayaan Imlek. Yakni pada tanggal lima bulan lima kalender China. ”Setiap perayaan Imlek ada makanan bakcang ini,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...