Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BRI Purwodadi Digugat Warga Grobogan, Gegara Tanah

BRI Purwodadi Didugat Warga Grobogan, Gegara Tanah
Kantor BRI Cabang Purwodadi. (MURIANEWS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – BRI Cabang Purwodadi digugat Sri Indrawati, warga Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah atas kasus perdata kepemilikan sertifikat tanah.

Gugatan tersebut didaftarkan ke Pengadilan Negeri Purwodadi pada Rabu (3/8/2022). Sidang pertama dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 11 Agustus 2022 mendatang.

Kuasa hukum Sri Indrawati, Okky Andaniswari mengatakan, kasus berawal pada 2009 lalu, ketika Sri bersama almarhum suaminya, Supujo akan membuka usaha. Karena butuh modal, kemudian mereka pun ingin menggadaikan sertifikat tanahnya.

”Kejadiannya memang sudah cukup lama, sekitar 2009 lalu. Jadi karena butuh modal, kemudian ada tetangga kebetulan pegawai BRI Cabang Purwodadi, klien kami mempercayakan tiga sertifikat kepadanya. Katanya mau diuruskan begitu,” ungkap Okky, Jumat (5/8/2022).

Baca: Oknum Pegawainya Terlibat Korupsi Bansos, Ini Tanggapan BRI Purwodadi Grobogan

Okky mamaparkan, usai menyerahkan tiga sertifikat tersebut, kliennya tidak pernah menerima uang sepeser pun. Sri dan keluarganya baru mengetahui kena tipu setelah sertifikatnya tiba-tiba sudah dilelang oleh pihak Bank BRI dan ada yang sudah berganti nama.

”Yang dua dilelang. Yang satunya lagi sudah balik nama. Padahal tidak pernah tanda tangan atau apa pun dari Bu Sri dan suaminya,” imbuhnya.

Okky enggan menjelaskan luasan tanah tersebut. Namun, nilai nominal kerugian akibat itu mencapai Rp1,8 miliar.

Pihak-pihak yang tergugat yakni Bambang Nursiswanto, selaku pemilik sertifikat baru. Kemudian I Nyoman Surahatta, S.H. selaku notaris, serta PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Cabang Purwodadi.

”Ada satu lagi H. Abdul Syukur, tapi beda lagi ceritanya,” paparnya.

Turut tergugat pula, dalam data perkara yang diunggah di website PN Purwodadi yakni Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan.

”BPN (Badan Pertanahan Negara) turut tergugat, karena yang tahu warkahnya (dokumen bukti penguasaan tanah) kan BPN,” kata dia.

Pihaknya mengaku sudah pernah melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian. Namun, perkembangan kasusnya tak sesuai harapan.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan ulang pada isi berita demi peningkatan kualitas berita.

Comments
Loading...