Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bea Cukai Kudus Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Dua Kabupaten

Barang bukti yang diamankan Bea Cukai Kudus. (Murianews/Bea Cukai Kudus)

MURIANEWS, Kudus – Bea Cukai Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali menggagalkan penyelundupan rokok ilegal. Kali ini, penindakan dilakukan dua kabupaten yakni Kudus dan Jepara di hari yang sama.

Total rokok ilegal yang berhasil diamankan mencapai 96 ribu batang rokok ilegal.

Kepala Bea Cukai Kudus Moh Arif Setijo Nugroho mengungkapkan, penindakan di Kabupaten tersebut dilaksankan di hari yang sama, yakni pada Selasa (2/8/2022) awal pekan ini.

Lokasi penindakan yang pertama adalah di Terminal Jati Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Di mana Bea Cukai menemukan bus AKAP dengan nomor polisi K-1442-BL yang dicurigai mengangkut rokok sigaret kretek mesin (SKM) ilegal.

”Dan benar saja, dari pemeriksaan, didapati empat karton berisi 64.000 batang rokok jenis SKM siap edar yang tidak dilekati pita cukai,” kata Arif, Kamis (4/8/2022).

Dengan diamankannya rokok ilegal tersebut, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 48.879.360. Sementara total perkiraan nilai barang bukti sebesar Rp 72.960.000.

”Seorang penumpang berinisial R (52) yang berasal dari Jepara beserta barang buktinya kami bawa ke kantor untuk kami mintai keterangan lanjutan,” ujarnya.

Baca: Bea Cukai Kudus Usut Delapan Kasus Rokok Ilegal, Tujuh Orang Jadi Tersangka

Kemudian penindakan kedua, lanjut Arif, dilakukan di Kabupaten Jepara. Tepatnya di salah satu jasa pengiriman di Kecamatan Mayong, Jepara.

”Di sana kami menemukan sebanyak 32.000 batang, dengan perkiraan nilai barang adalah sebesar Rp 36.480.000, dan total potensi penerimaan negara adalah Rp 24.439.680,” rincinya.

Bea Cukai Kudus mengimbau kepada masyarakat agar melakukan usaha legal terutama dalam memproduksi, menjual dan memasarkan rokok . ”Mari menjadi legal agar usaha aman dan berkembang,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoja

Comments
Loading...