Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PB IDI Rekomendasikan 6 Hal ini untuk Cegah Cacar Monyet

PB IDI Rekomendasikan 6 Hal ini untuk Cegah Cacar Monyet
Ilustrasi seorang terpapar cacar monyet (freepik)

MURIANEWS, Jakarta – Cacar monyet atau monkeypox telah teridentifikasi adanya warga yang suspect di Jawa Tengah. Karena itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memberikan rekomendasi untuk mencegah cacar monyet.

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI Hanny Nilasari menjelaskan, cacar monyet merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka Monkeypox. Ketika seorang tertular oleh virus ini, ada beberapa gejala yang muncul, seperti segala serupa flu yang disertai dengan demam dan ruam.

Proses penularan cacar monyet ini juga tergolong mudah, yakni melalui kontak erat. Sehingga warga harus tetap waspada dan melapor ke petugas kesehatan apabila memiliki gejala seperti di atas.

Baca: IDI Minta Pasien yang Mengalami Gejala Mirip Cacar Monyet untuk Tes PCR

Sekali pun cacar monyet belum ditemukan di Indonesia, tetapi langkah antisipasi adalah sangat penting. Berikut ini adalah 6 cara mencegah cacar monyet rekomendasi PD IDI.

Pertama, praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting sebagai upaya pencegahan. Karena itu, protokol kesehatan jangan sampai ditinggalkan.

”Mengurangi risiko penularan dengan selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta protokol kesehatan, menggunakan masker dan menjaga higienitas tangan,” kata Hanny, dikutip dari CNNIndoensia.com, Kamis (4/8/2022).

Kedua hindari kontak langsung. Sebab. Proses penularan cacar monyet ini adalah melalui kontak langsung, terutama dengan hewan atau orang yang terpapar cacar monyet.

Baca: Cegah Cacar Monyet, Ganjar Minta Pintu Masuk ke Indonesia Diperketat

Ketiga, mengonsumsi daging yang sudah dimasak dengan benar. Daging perlu dipanaskan atau direbus setidaknya selama 30 menit dengan air mendidih. Cara ini dilakukan untuk memastikan daging bebas hama, termasuk bakteri dan virus.

Keempat, cek kesehatan terutama setelah bepergian. Cacar monyet hingga kini sudah terdeteksi di 80 negara. Untuk kawasan Asia Tenggara, cacar monyet sudah terkonfirmasi di Singapura, Thailand, dan Filipina.

Sangat penting untuk memeriksakan kondisi kesehatan usai bepergian, terutama ke wilayah yang sudah ditemukan cacar monyet.

”Segera periksa jika mengalami gejala dan menginformasikan riwayat perjalanannya kepada tenaga kesehatan,” imbuh Hanny.

Baca: WHO Tetapkan Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Global

Kelima, hubungi faskes jika menemukan gejala, baik pada diri sendiri atau orang lain di lingkungan sekitar.

Keenam, ibu hamil segera periksa jika ada kontak erat. Sebab, cacar monyet ternyata bisa menular dari ibu hamil ke janinnya. Oleh karenanya, ibu hamil wajib memeriksakan diri ke dokter jika kontak dengan pasien cacar monyet atau orang dengan gejala mengarah ke cacar monyet.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...