Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Disdik Kudus Tunggu Instruksi Tarik Buku PPKn yang Viral soal Trinitas

Buku PPKn yang terdapat kesalahan pada materi penjelasan tentang agama kristen protestan dan katolik. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus — Buku paket Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk siswa SMP kelas VII terdapat kesalahan penulisan tentang materi konsep trinitas pada agama Kristen Protestan dan Katolik. Buku PPKn tersebut, juga beredar di lingkup pendidikan di Kabupaten Kudus.

Materi ini pun sempat viral di media sosial dan membuat geger.

Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus sendiri belum berencana melakukan penarikan terhadap buku yang salah dalam penulisan materi tersebut.

Pihak dinas belum menerima surat edaran penarikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek RI).

”Kami belum menarik buku PPKn tersebut. Belum ada petunjuk surat edaran dari pusat,” kata Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus M Zubaedi, Kamis (4/8/2022).

Sementara waktu pihaknya meminta guru PPKn untuk merevisi kesalahan materi yang ada di buku tersebut. Pihaknya juga telah mengkoordinasikan tentang revisi materi itu, dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn di Kudus.

”Guru PPKn kami minta untuk meralat dan menyampaikan kepada siswa. Teknisnya bisa tergantung guru masing-masing, bisa melalui penjelasan langsung, atau dibarengi dengan materi pembenaran yang dicetak,” ucapnya.

Baca: Warga Kudus Bisa Daftar BBM Subsidi Langsung di SPBU

Ia menjelaskan, saat ini di Kabupaten Kudus ada 7.877 buku PPKn kelas VII yang sudah tersebar untuk sebagai bahan ajar siswa.

”Jika buku itu ditarik, dikembalikan ke pusat, kemungkinan proses retur-nya juga lama. Nanti akan mengganggu pembelajaran juga. Karena itu yang salah sedikit, lebih baik direvisi dulu,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak Disdikpora siap menarik buku PPKn tersebut, jika memang sudah ada surat edaran dari kementerian. ”Ketika nanti sudah ada instruksi untuk menarik, tentu kami siap,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...