Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mau Wisata Alam Sekaligus Religi di Batang, Pilihannya Ada di Desa Ujung Negoro

Mau Wisata Alam Sekaligus Religi di Batang, Pilihannya Ada di Desa Ujung Negoro
Foto: Pantai Ujung Negoro, Batang (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Batang, Jawa Tengah dikenal memiliki banyak wisata alam yang menawan. Selain itu, ada juga sejumlah wisata religi yang ada di daerah ini.

Nah, jika Anda ingin wisata alam sekaligus religi di Batang ada lokasi yang tepat. Yakni, di Desa Ujung Negoro, Kecamatan Kandeman yang berada di daerah pesisir.

Saat perjalanan naik kereta api dari Semarang-Jakarta, biasanya melewati wilayah Ujung Negoro. Dari atas kereta, kita bisa menyaksikan indahnya pantai meski hanya beberapa saat saja.

Baca juga: Wisata di Kebun Teh Patitie Batang, Banyak Spot Foto yang Ciamik

Saat ini, akses menuju ke Ujung Negoro sudah tertata cukup baik, dibandingkan beberapa tahun lalu. Adapun lokasi Desa Ujung Negoro juga dekat dengan kota Batang.

Dari alun-alun Kabupaten Batang, Ujung Negoro hanya berjarak sekitar 10 kilometer atau dapat ditempuh sekitar 15-20 menit perjalanan naik kendaraan.

Melansir dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id, wisata Ujung Negoro ini terbilang paket komplit. Tidak hanya menawarkan keindahan pantainya, di sekitar pantai juga terdapat makam Auliya Syeikh Maulana Maghribi, sehingga bisa menjadi alternatif paket rekreasi lahir dan batin.

Meski pantainya tak berpasir putih, namun pantai Ujung Negoro punya sisi kecantikannya sendiri. Harganya pun terjangkau hanya dengan membayar Rp 5 ribu per orang dan biaya parkir kendaraan.

Di sisi utama Ujung Negoro punya bibir pantai yang cukup luas. Di sana juga berderet penjaja makanan ataupun penjual buah tangan. Biasanya yang paling khas adalah pecel dengan campurna mie kenyol, ataupun rujak lotis. Tak ayal, makanan ini pun cocok dinikmati di tengah semilir angin pantai.

Bagi para wisatawan, satu yang tak boleh dilewatkan adalah membeli buah tangan dari masyarakat sekitar. Kebanyakan oleh-oleh khas pantai Ujung Negoro merupakan hasil laut dan tangkapan nelayan sekitar.

Salah satu yang khas adalah udang rebonnya yang memiliki cita rasa yang berbeda dengan udan rebon daerah lain. Selain udang rebon utuh, biasanya masyarakat juga menjual olahan udang rebon berupa terasi.

Tak hanya sisi utama, pantai Ujung Negoro masih punya sisi lain yang harus dieksplorasi. Sisi pantai ini adalah sisi pantai yang berada di timur tebing. Di balik tebing tersebut bisa ditemui sisi pantai yang tidak terlalu luas pasirnya.

Meski begitu banyak bebatuan yang berada di dekat bibir pantai. Hal tersebut semakin menambah estetik suasana pantai yang dikelilingi hijau pepohonan.

Tak hanya dimanjakan dengan hijaunya landscape pepohonan, di sisi ini kita bakal disuguhkan panorama pembangunan PLTU Batang. Cerobong asapnya yang besar menjadikan pemandangan laiknya mercusuar yang ada di sekitar pantai.

Selain itu juga terlihat panorama aktivitas bongkar pasang muatan material PLTU di Jetty atau pelabuhan sementara. Banyak masyarakat lebih memilih area ini untuk memancing ataupun mencari hasil laut lainnya.

Foto: Makam Auliya Syeikh Maulana Maghribi di Ujung Negoro, Batang (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Puas menikmati keindahan Pantai Ujung Negoro dari sisi ke sisi, tak lengkap rasanya jika tidak berziarah ke Makam Syekh Maulana Maghribi. Makam auliya ini pun terbilang masih satu area dengan wisata pantai. Biasanya makam ini selalu ramai dikunjungi masyarakat ketika hari besar Islam dan juga haul.

Salah satu yang menarik, di area wisata ziarah ini memiliki sumber mata air tawar. Ya, meskipun daerah sekitarnya merupakan daerah pesisir laut, namun mata air di sekitar makam sangatlah jernih, segar dan tak asin.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id

Comments
Loading...