Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus Pencabulan di Jepara Tinggi, Korban dan Pelakunya Ada yang Anak-Anak

Kasus Pencabulan di Jepara Tinggi, Korban dan Pelaku Ada yang Anak-Anak
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi menunjukkan barang bukti kasus pencabulan gadis di bawah umur, beberapa waktu lalu. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kasus pencabulan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah cukup memprihatinkan. Setengah tahun berjalan ini, sudah ada 13 kali kasus pencabulan yang terjadi.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi, Rabu (3/8/2022) mengatakan angka itu tergolong tinggi.

”Selama Januari hingga Juni 2022 ini kami telah mengungkap kasus persetubuan dan menangkap sejumlah pelaku,” ungkap Rozi kepada Murianews.

Mirisnya, dari 13 kasus itu, ada anak-anak yang menjadi korban maupun pelaku kejahatan itu. Rinciannya, 10 korban dan empat pelaku.

”Pelakunya ada yang anak-anak. Ada pula orang dewasa,” kata Rozi.

Baca: Cabuli Anak di Jepara, Gamers Asal Bekasi Dipolisikan

Kemudian, tiga pelaku dari jumlah total kasus itu, dilakukan oleh orang terdekat korban.

”Tiga orang pelaku itu kasus pencabulan terhadap anak kandung atau anak tiri. Ketiga pelaku kini sudah menjadi tersangka,” jelas Rozi.

Dari sekian kasus pencabulan itu, terdapat satu kasus yang menonjol. Yakni seorang anak di bawah umur yang melaporkan sendiri tindakan ayah tirinya yang sering melakukan tindakan tak senonoh.

Kasus pencabulan itu dialami perempuan warga Kecamatan Mayong. Sang ayah sudah empat kali mencabuli anak tirinya sendiri.

Karena tak kuat dengan apa yang dialaminya, pada 15 Juni 2022 lalu, J berhasil melarikan diri dari rumah dan melaporkan tindakan bejad ayah tirinya itu ke Mapolres Jepara.

Dengan adanya kasus-kasus pencabulan terhadap anak, Rozi mengimbau kepada para orang tua agar lebih berhati-hati dan memberi perhatian khusus. Serta memantau aktivitas anaknya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...