Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BBM Non Subsidi Dinaikkan, Pertamina: Harga Masih Kompetitif

BBM Non Subsidi Diniakkan, Pertamina: Harga Masih Kompetitif
Kendaraan bermotor tampak mengantre di SPBU Matahari Kudus (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Jakarta – PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Adapaun yang dinaikkan adalah jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

Kendati terjadi kenaikkan, Pertamina mengaku harga yang diterapkan saat ini masih snagat kompetitif apabila dibandingkan dengan harga BBM di negara lain. Hal itu juga mengingat naiknya harga minyak dunia.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan, penyesuaian harga kembali dilakukan menimbang perkembangan harga minyak yang masih tinggi.

Baca: Woro-woro, Pertamina Kembali Naikkan Harga BBM Non Subsidi

”Tercatat, harga rata-rata ICP per Juli di angka US$ 106,73/barel, masih lebih tinggi sekitar 24% dari harga ICP pada Januari 2022. Harga ICP ini memang sangat fluktuatif, namun harganya masih cukup tinggi,” katanya, dikutip dari detik.com, Rabu (3/8/2022).

Ia menegaskan harga Pertamax, Pertalite dan solar yang porsi konsumsi mencapai 95% tidak berubah. Meski Pertamina Turbo mengalami kenaikan, ia mengatakan harganya masih paling kompetitif di kelasnya.

”Untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 17.900, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 18.900, dan Dexlite (CN 51) menjadi 17.800 per liter untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5%. Harga ini berlaku mulai 3 Agustus 2022,” ujarnya.

Baca: Sudah Terdaftar Penerima BBM Subsidi, Bisa Langsung Beli Pakai QR Code?

Ia menambahkan, meski harga Pertamax Turbo jadi Rp 17.900/liter, pihaknya tak khawatir terjadi migrasi ke Pertamax yang kini masih dibandrol Rp 12.500/liter.

”Segementasi Pertamax Turbo itu sudah jelas. Kendaraannya memang membutuhkan BBM dengan RON diatas 95. Kalau berpindah, akan berdampak pada mesin kendaraannya,” ujarnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...