Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Jatim

Alasan RSUD Jombang Paksa Lahiran Normal Hingga Bayi Meninggal

Alasan RSUD Jombang Paksa Lahiran Normal Hingga Bayi Meninggal
Dokter spesialis Kandungan dr Joko Pratomo (Detik.com)

MURIANEWS, Jombang – Peristiwa seorang ibu bernama Rohma yang dipaksa lahiran normal oleh pihak RSUD Jombang hingga sang bayi meningal dunia, berbuntut panjang. Padahal, sebelumnya Rohma dirujuk ke rumah sakit tersebut untuk menjalani operasi caesar.

Dokter spesialis kandungan RSUD Jombang dr Joko Pratomo pun memberikan alasan terkait persalinan normal itu. Dia mengatakan, pasien (Rohma) tiba di IGD RSUD Jombang pada Kamis (28/7/2022) pukul 10.54 WIB.

Setelah menjalani wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium, Rohma dibawa ke kamar bersalin.

”Saat di IGD pembukaan sudah 5, saat di kamar bersalin pembukaan 7. Jadi, pembukaannya sudah baik. Apalagi di Puskesmas Sumobito bukaan 3. Maka bukaannya lancar. Oleh sebab itu, maka dilakukan persalinan normal,” kata dr Joko, dikutip dari detikjatim.com, Rabu (3/8/2022).

Baca: Cerita Ibu Dipaksa Lahiran Normal Hingga Bayinya Meninggal

Menurutnya, jalan lahir Rohma mencapai fase pembukaan lengkap pada hari yang sama sekitar pukul 17.40 WIB. Persalinan normal pun digelar. Namun, bayi perempuan di dalam rahim Rohma tak kunjung keluar sampai sekitar pukul 19.00 WIB. Padahal, saat itu kepala bayi sudah pada posisi sangat turun.

”Sehingga, diputuskan pakai bantuan vakum atau penyedot. Kepalanya lahir, tapi setelah itu ternyata bahunya tidak mau lahir. Karena ada kemacetan di bahu, maka dilakukan upaya-upaya menangani kasus seperti itu,” terangnya.

Pada saat itu, berbagai upaya sudah dilakukan oleh tim dokter untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil, sehingga persalinan terhenti ketika kepala bayi sudah keluar dari jalan lahir.

”Karena proses ini perlu waktu, akhirnya bayi tidak bisa diselamatkan dan meninggal. Kepala sudah keluar, ditarik juga tetap tidak bisa,” jelasnya.

Baca: Pengumuman! Emak-emak Miskin yang Melahirkan Dibiayai Pemerintah

Karena kondisi tersebut, dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi dari rahim. Namun, operasi caesar juga tidak semudah yang dibayangkan, lantaran posisi kepala bayi sudah beraad di luar jalan lahir.

Sehingga, perlu penanganan dengan pemisahan tubuh bayi agar bisa dioperasi caesar. Karena tidak mungkin, kepala bayi yang sudah keluar, dimasukkan lagi ke dalam.

”Maka kepalanya harus dipisahkan dari badannya supaya badannya bisa lahir. Sebelum operasi dilakukan pemisahan kepala. Setelah itu melahirkan badan bayi secara operasi. Ibu bayi kami pantau dalam keadaan baik,” cetusnya.

Baca: Ini Pengetahuan yang Wajib Diketahui Sebelum Melahirkan Pertama Kali, Apa Saja?

Joko juga menjelaskan tiga alasan, kenapa tidak dilakukan operasi cesar sejak awal kedatangan pasien.

”Satu, karena pembukaannya lancar. Kedua, saat pasien hamil dengan hipertensi berisiko lebih besar terjadi pendarahan saat operasi. Ketiga, operasi itu upaya terakhir,” tandasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: detikjatim.com

Comments
Loading...