Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lagi, Warga Tewas Tertemper Kereta di Semarang

Ilustrasi

MURIANEWS, Semarang – Warga tewas akibat tertemper kereta api kembali terjadi di Semarang. Kali ini, kecelakaan maut itu terjadi di KM 2+1 Semarang Tawang-Alastua) dan menimpa Suharno, warga Tambak Mulyo, RT 04 RW 15, Semarang.

Sebelumnya, tepatnya Minggu (24/7/2022) seorang pengendara motor bernama Abdul Ghoni (44) warga Pendrikan Kidul, Semarang Tengahjuga meninggal setelah tertabrak KA Argo Muria di perlintasan rel Kokrosono, Semarang Tengah. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00.

Humas PT KAI Daop IV Semarang, Krisbiantoro mengungkapkan, laporan terkait kecelakaan tersebut diterimanya Selasa (2/8/2022) pagi pukul 08.25 WIB. Laporan diterima dari Masinis KA 270 F Ambarawa Ekspress.

”Kami terima info bahwa ada orang tertemper di KM 2+1 jalur hulu petak SMT-ATA (Semarang Tawang – Alastua),” ujarnya.

Baca: Pejalan Kaki di Grobogan Tertabrak Kereta Api, Terseret Hingga 50 Meter

Menurut keterangan warga, korban dari arah selatan akan melintas di perlintasan KM 2+1 Cilosari dekat BH 6. Pada saat itu, masinis sudah membunyikan semboyan 35 alias suling lokomotif.

”Warga dan pemakai jalan juga sudah meneriaki korban tetapi korban tidak menghiraukan. Akhirnya korban tertemper KA 270 F Ambarawa Ekspres,” paparnya.

Atas laporan tersebut, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Zazuli dan Anggung Setiawan menuju lokasi kejadian. Kejadian itu kemudian dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Babinkamtibmas dan Tim Inafis Poltabes Semarang.

”Korban dalam keadaan meninggal dunia dan sudah dievakuasi oleh Tim Inafis. Korban dibawa ke RS Kariadi,” imbuhnya.

Krisbiantoro menambahkan, petugas patroli pengamanan (PAM) kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat agar perintasan dijaga. Yakni apabila masyarakat tidak berkenan perlintasan tersebut ditutup.

”Kami dari pihak KAI akan meminta Kadishub (Kepala Dinas Perhubungan) Kota tentang dua perlintasan yang tidak dijaga karena sangat berbahaya,” tutupnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...