Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Suronan, Warga Lasem Rembang Napak Tilas Kisah Prajurit Diponegoro

Suronan, Warga Lasem Rembang Napak Tilas Kisah Prajurit Diponegoro
Warga Desa Criwik, Lasem, Rembang, Jawa Tengah menyambut Muharram 1444 H, Sabtu (30/7/2022). (nu.or.id)

MURIANEWS, Rembang – Warga Desa Criwik, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dan sekitarnya menggelar tradisi suronan, Sabtu (30/7/2022).

Tradisi suronan dilakukan dengan menapak tilas makam prajurit Pangeran Diponegoro, RP Kamboro dan kakak Sunan Kalijaga, Nyai Ageng Silogatil, serta makam Ki Ageng Sutisna.

Kegiatan dilakukan dengan resik-resik makam dan dilanjutkan doa bersama yang dipimpin H Sarwadi. Kemudian dilanjutkan pembacaan selawat yang dipimpin Habib Zaenal Abidin Baaqil.

Usai Acara, dilanjutkan napak tilas kisah Singo Barong yang diduga pernah singgah di Desa Criwik. Singo Barong disebut pernah menjadi prajurit Pangeran Diponegoro.

Baca: Ini Destinasi Wisata di Rembang yang Bisa Dikunjungi saat Libur Akhir Pekan

Kepala Desa Sampurno yang juga Pustakawan Sambua, Abdullah Hamid mengatakan, tokoh berjuluk Singo Barong di sini adalah Habib Hasan bin Toha bin Yahya.

Dijelaskan, ia merupakan Senopati Mataram dan menantu Sultan Hamengkubuwono II bergelar Temenggung Sumodiningrat. Sebelumnya ia menjadi Mufti Kesultanan Banten.

”Beliau wafat tahun 1818 M. Makamnya di Masjid Lamper Kidul Semarang. Beliau merupakan paman Pangeran Diponegoro, Kiai Sentot Alibasyah Prawirodirdjo dan leluhur Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan,” jelasnya dikutip dari nu.or.id, Selasa (2/8/2022).

Abdullah melanjutkan, sebagaimana dikutip dari buku Jejaring Diponegoro yang ditulis Dr Zainul Milal Bizawie, disebutkan Habib Hasan bin Thoha punya putra bernama Habib Thoha bin Hasan Ciledug Cirebon yang menurunkan Habib Umar bin Thoha.

Habib Umar bin Thoha pernah membebaskan Habib Alwi Pekalongan dari penjara Belanda dengan menunggang kuda gagah dan dikawal tiga singa dan satu harimau.

Ia juga pernah membebaskan Kiai Muqayyim dari Pesantren Buntet yang ditangkap Belanda. Caranya ialah dengan langsung memanggil kawanan harimau yang ada di kawasan hutan Cirebon, Kuningan dan Majalengka.

Selain itu, Habib Umar pernah berdakwah di Shanghai China selama enam tahun; dan pernah ke India bersama Habib Abdurrahman Al-Habsy Cikini mendirikan masjid. Ia wafat tahun 1883 Masehi

”Berdasarkan sejarah itu mungkin saja yang pernah tinggal di Criwik merupakan Singa Barong II atau III,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan kaitan Lasem dengan Perang Diponegoro dapat ditelusuri dari jejak Sayid Awudh Sepuh yang menjadi menantu Sayyid Abdullah Muhammad Bustaman Bupati Lasem pada pèrmulaan abad 18 Masehi.

Sayid Abdullah memiliki anak Sayid Husen yang menurunkan antara lain Syarif Alwi Bustaman, Sayid Awud dan Raden Saleh pelukis monumental Diponegoro. Sayid Awud adalah murid Habib Hasan bin Thoha atau Singa Barong. Ia bergabung pada pasukan Diponegoro.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Nu.or.id

Comments
Loading...