Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Sumut

Ada Ikan Red Devil di Perairan Danau Toba, Seperti Apa itu?

Ada Ikan Red Devil di Perairan Danau Toba, Seperti Apa itu?
Ikan Red Devil di danau Toba (Tangkapan Layar)

MURIANEWS, Sumut – Baru-baru ini, para pecinta ikan digegerkan dengan adanya ikan red devil yang berkembang biak di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Mulanya, ikan itu tampak seperti ikan nila, namun ternyata tidak.

Kali pertama, adanya ikan red devil itu diunggah oleh akun @samosir45 di media sosial TikTok. Dia menuliskan bahwa ikan red devil sangat agresif.

”Lihatlah Betapa Agresifnya Ikan Red Devil ini,” tulisnya dalam video yang memperlihatkan segerombolan ikan red devil.

“Ikan Nilanya sudah dibersihkan ! kita test bagaimana reaksi ikan red devil saat mendapatkan hidangan sperti ini ????????,” tulisnya.

Baca: Garam Lokal Rembang Ternyata Bisa Diolah Jadi Produk Kecantikan

Beragam komentar pun muncul terkait unggahan tersebut.

”Parah itu ikan bang, itu bukan asli Toba kan, invasive,” tulis akun @Have fun go mad.

”Ohh jadi namanya ikan red devil tak kira lah ikan bila merah. soalnya asal ke danau toba sering lihat ni ikan di pinggir2,” tulis akun @Lim.

Sementara menurut Dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Djumanto setelah melihat video Tiktok yang viral itu membenarkan bahwa apa yang ada dalam video itu adalah ikan res devil.

”Iya, itu ikan red devil,” kata Djumanto, dikutip dari Kompas.com, Selasa (2/8/2022).

Ia menjelaskan bahwa ikan red devil adalah ikan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan cenderung membuat habitat yang baru. Oleh karena itulah, menurutnya ikan ini kehadirannya akan mengalahkan ikan yang asli.

Baca: Perbaikan Tanggul Sungai Sat Pati Capai 80 Persen

”(Red devil) memangsa anakan ikan asli, mengganggu tempat bertelur, dan juga memakan telur ikan asli,” katanya lagi.

Djumanto menjelaskan bahwa ikan red devil sebenarnya bukan berasal dari Indonesia, namun dari Amerika. Ikan tersebut kemudian bisa masuk ke Indonesia sebagai ikan hias.

Pada habitat aslinya, ikan ini memiliki banyak pemangsa alami, namun menurutnya di Danau Toba ikan tersebut tak memiliki pengendali.

Ikan red devil menurutnya memiliki panjang sekitar 10-20 cm dengan berat 20-100 gram.

”Ikan red devil memiliki edible portion yang rendah sehingga nilai jualnya rendah, sehingga secara ekologi dan ekonomi merugikan,” ungkapnya.

 

Penulis: Cholis Anwar

Editor: Cholis Anwar

Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...