Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kemarau, PMI Grobogan Mulai Salurkan Air Bersih

Kemarau, PMI Grobogan Mulai Salurkan Air Bersih
PMI Grobogan menyalurkan air bersih ke Desa Monggot, Geyer, Grobogan, Jateng, baru-baru ini. (Murianews/Istimewa PMI  Grobogan)

MURIANEWS, Grobogan – Musim kemarau mulai melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. PMI Kabupaten Grobogan, baru-baru ini menyalurkan bantuan air bersih ke desa yang mulai dilanda kekeringan.

Kasi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristyawan mengungkapkan, wilayah yang meminta bantuan air bersih yakni Dusun Ngasem, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.

Bantuan diberikan pada Kamis (28/7/2022). Itu merupakan penyaluran pertama ke wilayah yang sudah mengalami krisis air bersih.

”Karena mintanya ke PMI, jadi yang menyalurkan PMI, bukan BPBD. Itu desa yang pertama meminta bantuan air bersih,” kata Gesit, Senin (1/8/2022).

Baca: Bencana Banjir dan Kekeringan Ancam Grobogan, Ini Solusi yang Ditawarkan Bappeda

Gesit menambahkan, pihaknya kini masih memiliki stok 49 tangki air bersih yang siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jumlah itu bisa bertambah bila ternyata nantinya banyak desa yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Gesit menyatakan, pihaknya selalu menjalin koordinasi dengan BPBD Grobogan, mana kala terdapat desa yang meminta bantuan air bersih nantinya.

”Kami selalu bersinergi dengan BPBD. BPBD kan sudah punya peta desa mana saja yang berpotensi kekeringan, kami juga dibagikan datanya,” imbuhnya.

Tidak hanya menunggu laporan, PMI Grobogan juga melakukan jemput bola melakukan asesmen wilayah mana saja yang berpotensi kekeringan. Rencananya, pada Selasa (2/8/2022) besok, pihaknya akan melakukan asesmen ke wilayah timur.

”Besok kita asesmen ke wilayah timur. Kalau misalnya kira-kira airnya sudah tinggal beberapa hari lagi habis, kita akan jadwalkan untuk bantuan,” kata dia.

Gesit menyebut, beberapa desa hanya mengandalkan hujan untuk kebutuhan airnya. Sehingga, ketika tidak ada hujan beberapa hari seperti sekarang ini, sudah pasti air bersih kurang.

”Beberapa daerah itu acuannya hujan. Kalau tidak hujan beberapa hari, langsung kekurangan, minta ke kami,” tutupnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...