Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Beri Uang Pengemis di Kudus Bakal Disidang di Tempat, Dendanya Mahal

Seorang pengemis tampak meminta di salah satu lampu merah di Kudus. (Murianews/Satpol PP Kudus)

MURIANEWS, Kudus – Pengemis dan pengguna jalan yang memberi uang kepada pengemis di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, siap-siap akan dilakukan penindakan di tempat dengan cara sidang dan didenda oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus Kholid Seif menyebutkan, akan segera memberlakukan kebijakan tersebut, untuk penertiban pengemis di Kota Kretek. Untuk saat ini Satpo PP tengah menuju tahap sosialisasi program tersebut.

Untuk teknis pelaksanaannya akan disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Gelandangan, Pengemis dan Anak Jalanan. Di mana denda minimalnya adalah Rp 1 juta dan maksimal Rp 50 juta untuk sejumlah kondisi yang ditetapkan sebagai pelanggaran.

”Karena sepertinya tidak efektif bila ditertibkan saja. Dan kami melihat banyak sekali dari mereka (pengemis) yang terorganisir, maka akan kami tindak di tempat, termasuk juga pengendara yang kedapatan memberi mereka uang,” ujar Kholid, Senin (1/8/2022).

Dia menyebut, kategori pengemis adalah mereka yang meminta uang dengan menggunakan atau tanpa menggunakan alat bantu atau peraga. Sehingga pengamen angklung, badut, anak-anak dengan speaker bluetooth akan dilakukan penindakan.

Baca: Pengemis di Kudus Komunikasi Pakai HP Buat Hindari Razia

Khusus untuk anak-anak, sambung dia, akan dilakukan penindakan pada orang tua atau walinya.

”Beberapa kali kami menertibkan pengemis anak, mereka ternyata bilang disuruh budenya lah, disuruh ibunya lah, ini miris sekali,” katanya.

Sementara untuk pengguna jalan, juga akan dilakukan penindakan berupa denda bilamana kedapatan memberikan uang kepada pengemis di Kudus. ”Dendanya adalah sebesar Rp 1 juta,” tandasnya.

Baca:Soal Tendang Badut, Satpol PP Kudus Janji Akan Lebih Humanis

Timnya berupaya semaksimal dan sehumanis mungkin saat menertibkan PGOT. Namun faktor di lapangan terkadang memengaruhi emosional petugas.

”Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk lebih humanis dalam menertibkan PGOT dari waktu ke waktu,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...