Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kominfo Blokir Steam, Gamers di Kudus Manyun

Ilustrasi. (dok STEAM)

MURIANEWS, Kudus –Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir beberapa Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) pada Sabtu (30/7/2022). Salah satu platform yang diblokir oleh Kominfo yakni Steam.

Steam merupakan platform yang menyediakan beragam game original untuk PC maupun laptop. Akibat pemblokiran ini, para gamers pun manyun, karena tak bisa lagi bermain.

Salah seorang pecinta game asal Kudus, Jawa Tengah, Arifil Akbar mengaku menyayangkan kebijakan Kominfo tersebut. Sebab, dia kini tidak dapat bermain game. Padahal ia sudah keluar uang banyak untuk membeli game itu.

”Game FIFA 2022 yang saya beli seharga Rp 800 ribu tidak bisa saya mainkan karena Steamnya diblokir,” katanya, Senin (1/8/2022).

Baca: Blokir Steam, Kominfo Minta Maaf ke Gamer

Lebih lanjut, dia juga sudah membeli beberapa game lain di platform Steam. Nominalnya ada yang Rp 200 ribu, ada juga yang Rp 300 ribu.

”Tetapi pada akhirnya tidak dapat dimainkan karena diblokir,” ujarnya.

Warga Kudus lainnya yang juga seorang pecinta game, Okky Riyana mengatakan, kebijakan Kominfo memblokir Steam seharusnya dikaji ulang. Sebab, hal itu menyakitkan para gamers yang sudah membeli game di Steam.

”Kalau saya pribadi tidak terdampak karena saya menggunakan platform Steam terakhir pada Januari tahun ini. Tetapi memang gara-gara diblokir, beragam game di Steam tidak dapat dipakai,” ujarnya.

Baca: Paypal Diblokir, Deddy Corbuzier Marah-marah sampai Tantang Kominfo

Lebih lanjut, menurutnya berbagai game yang tersedia di platform Steam bisa dibilang paling diminati para gamers. Sebab, game-nya terbilang populer.

Game yang paling terpopuler, size-nya juga besar-besar. Seperti Dota, Resident Evil, Counter Strike, Elden Ring, dan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua E-Sport Seluruh Indonesia (ESI) Kudus, M Arga Syafiar mengatakan, pihaknya mengikuti saja kebijakan pemerintah. Menurutnya, pemerintah memiliki pertimbangan dari kebijakan tersebut.

”Kalau saya mikirnya pemerintah memiliki pertimbangan. Walaupun memang beberapa gamers juga terdampak,” terangnya.

Dia menambahkan, pecinta game di Kudus bisa mencoba platform game selain Steam. Dia mengaku ada seribu cara untuk dapat mengakses dan bermain game.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...