Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Belum Dapat STNK saat Perpanjangan Pajak Kendaraan, Apakah Ditilang?

Ilustrasi: Polisi melakukan pencatatan bukti pelanggaran lalu lintas. (MuriaNewsCom)

MURIANEWS, Kudus – Masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah saat ini banyak yang belum mendapatkan STNK saat perpanjangan pajak lima tahunan pada bulan Juli 2022. Penyebabnya, karena blanko STNK sempat kosong.

Alhasil, mereka hanya mendapatkan stempel keterangan pada surat ketetapan pajak daerah (SKPD)  yang biasanya satu paket dengan STNK.

Saat ini mereka tengah menunggu antrean untuk mendapatkan blanko STNK yang tengah proses cetak setelah Polres Kudus mendapatkan sekitar dua ribuan blanko.

Lantas, bagaimana saat ada razia belum juga mendapatkan blanko STNK?

Kasatlantas Polres Kudus AKP Ivan Prabowo mengatakan, meski material STNK telah datang, namun pihaknya memprioritaskan sesuai urutan tunggakan STNK yang belum tercetak.

Sehingga dimungkinkan masyarakat yang melakukan perpanjangan STNK pada bulan ini masih belum bisa mendapatkan blanko STNK.

”Stok saat ini untuk mereka yang kemarin sudah terdata dan mengantre terlebih dahulu,” katanya, Senin (1/8/2022).

Baca: Blanko STNK di Kudus Sempat Kosong, Kini Sudah Ada Kabar Baik

Meski demikian, masyarakat menurutnya masih tetap bisa melakukan perpanjangan pajak seperti biasa. Sementara waktu, SKPD yang didapatkan akan diberi stampel yang berisi tulisan ”berlaku juga sebagai STNK’ yang bersifat sementara.

”Saat ini masih pakai notice pajak (SKPD,red) yang kami beri stampel tanda,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, anggota satuan lalu lintas yang bertugas di lapangan, tidak akan melakukan penilangan jika menemukan STNK yang masih hanya berupa tanda stempel yang terbubuh di SKPD.

”Sudah kami beri informasi kepada anggota di lapangan, ketika menemukan hal seperti itu, (stampel di SKPD pengganti STNK sementara,red) untuk tidak ditilang,” jelasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...