Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tak Cuma Ngirit, Ini Seabrek Manfaat ASI bagi Kesehatan Ibu dan Bayi

Tak Cuma Ngirit, Ini Seabrek Manfaat ASI bagi Kesehatan Ibu dan Bayi
Foto: Ilustrasi (freepik.com)

MURIANEWS, Kudus – Ada satu momen penting internasional pada bidang kesehatan yang diperingati tiap tanggal 1 Agustus. Yakni, Hari ASI sedunia yang dirangkai dengan Pekan ASI Sedunia dari tanggal 1-7 Agustus.

Perayaan Hari ASI Sedunia ini bertujuan mengingatkan kembali akan manfaat yang terkandung dalam ASI (air susu ibu). Di mana, pemberian ASI ini akan berdampak baik pada ibu dan bayi.

Oleh sebab itu, menyusui bayi dengan ASI sangat ditekankan. Bahkan, ketika masih dalam masa kehamilan, seorang calon ibu sudah diingatkan akan pentingnya pemberian ASI ini.

Baca juga: Ini Sejarah Hari ASI Sedunia yang Diperingati setiap Tanggal 1 Agustus

Lantas, apa saja manfaat ASI ini?

Melansir dari Hello Sehat, Pemberian ASI dengan cara menyusui maupun memompa merupakan hal penting guna mendukung tumbuh kembang dan kesehatan bayi. Selain membantu mencukupi kebutuhan gizi bayi, ASI juga menawarkan segudang manfaat bagi ibu dan bayi.

Mengingat begitu penting dan banyaknya manfaat ASI, pemerintah mengeluarkan peraturan tentang ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2012.

Dalam peraturan tersebut mendapatkan ASI setiap harinya merupakan hak seorang bayi. Anda tak perlu khawatir bayi akan kekurangan gizi hanya karena mendapatkan ASI setiap harinya tanpa nutrisi lain. Faktanya, ada segudang manfaat ASI bagi bayi yang baik untuk tumbuh kembang bayi di awal masa kehidupannya.

Beberapa manfaat pemberian ASI bagi bayi, tak terkecuali ASI eksklusif, adalah sebagai berikut:

1. Mengandung zat gizi penting bagi bayi

Kandungan zat gizi ASI meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral. Air susu ibu atau ASI yang pertama kali diberikan kepada bayi bernama kolostrum.

Kolostrum adalah cairan ASI yang keluar paling awal di beberapa hari pertama sejak Anda melahirkan. Berbeda dengan warna ASI yang putih seperti susu pada umumnya, warna cairan kolostrum tidaklah demikian.

Warna khas ASI pertama ini adalah bening tetapi agak kekuningan. Selain berbeda dari segi warna, tekstur kolostrum juga berbeda dengan ASI karena cenderung lebih kental saat dipegang.

Melihat warnanya yang berbeda dari susu kebanyakan, kolostrum sering kali dikira cairan ASI dengan kualitas kurang baik. Padahal, melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kualitas ASI kolostrum sangat baik bagi tumbuh kembang bayi karena mengandung berbagai zat gizi penting.

Sebaiknya jangan buang cairan kolostrum ini karena mengandung sejumlah zat gizi yang baik untuk bayi. Kolostrum adalah cairan ASI pertama yang memang dipersiapkan sebagai asupan paling awal untuk bayi.

Jadi, kandungan gizi cairan ASI pertama atau kolostrum ini sudah tidak perlu Anda ragukan lagi. Kolostrum kaya akan kadar protein, lemak, vitamin, mineral, antioksidan, antiglobulin, sel darah putih, dan immunoglobulin. Imunoglobulin di dalam kolostrum adalah antibodi yang didapat bayi dari ibu dan memberikan imunitas pasif pada bayi.

2. Memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi bayi

ASI merupakan makanan terbaik pertama untuk bayi. Pemberian ASI pertama saat bayi baru lahir disebut dengan inisiasi menyusui dini (IMD). Meski ada beragam mitos ibu menyusui dan tantangan menyusui, pemberian ASI sebaiknya tidak terlewatkan.

Bahkan, ketika Anda mengalami masalah ibu menyusui, dokter biasanya akan memberikan penanganan sekaligus obat yang aman untuk ibu menyusui. Manfaat ASI telah mencukupi semua kebutuhan energi dan zat gizi yang diperlukan bagi bayi selama masa awal kehidupan hingga berusia 6 bulan.

Dengan begitu, sebenarnya pemberian selain ASI seperti susu formula, minuman, maupun makanan tambahan sebelum usia 6 bulan belum diperlukan. Itulah mengapa kebutuhan gizi bayi setiap harinya tetap dapat tercukupi dengan baik meski hanya diberikan ASI.

Bahkan, memberikan air putih selama kurun waktu 6 bulan pertama juga tidak dianjurkan untuk bayi karena dapat menggagalkan pemberian ASI eksklusif. Bukan itu saja, ASI juga mampu mencukupi setengah dari kebutuhan harian usia 6-12 bulan dan sepertiga dari balita usia 1-2 tahun.

Baru ketika pemberian ASI tidak lagi memungkinkan, Anda bisa memberikan pengganti berupa susu formula. Namun, hindari memberikan ASI campur susu formula (sufor) di dalam satu botol.

3. Meningkatkan kecerdasan bayi

ASI ternyata dapat membantu perkembangan sensorik dan kognitif pada otak bayi. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Korean Medical Science, menyebutkan bahwa perkembangan kecerdasan otak bayi yang diberikan ASI lebih baik ketimbang bayi yang tidak mendapatkan ASI.

Inilah manfaat pemberian ASI lainnya pada bayi, khususnya ASI eksklusif selama 6 bulan. Di samping itu, perkembangan kognitif bayi yang diberikan ASI hingga usia 9 bulan juga lebih baik dibandingkan jika hanya diberikan selama 3 bulan pertama.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI juga dapat memengaruhi perkembangan kemampuan intelektual anak. Pasalnya, pemberian ASI dapat membangun kedekatan dan rasa nyaman yang kemudian memengaruhi perkembangan emosi anak.

Kemampuan intelektual dan perkembangan emosi yang lebih matang pada anak berguna untuk mendukung kehidupan sosialnya kelak.

Baca juga: Ini Masalah yang Biasa Dialami Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

4. Meningkatkan daya tahan tubuh bayi

Manfaat ASI lainnya, termasuk ASI eksklusif, yakni dapat membantu menguatkan sistem imun atau daya tahan tubuh bayi dari serangan penyakit. Ini karena di dalam ASI terdapat sejumlah antibodi, sel darah putih, dan immunoglubulin A (IgA), khususnya cairan pertama ASI atau kolostrum.

Kolostrum ASI mengandung kandungan imunoglobulin A (IgA) serta beberapa jenis antibodi lainnya bagi bayi. IgA berperan untuk memberi lapisan pada saluran pencernaan agar kuman, bakteri, serta virus pembawa penyakit tidak dapat masuk ke dalam aliran darah.

Di sisi lain, manfaat IgA di dalam ASI juga dapat membentuk lapisan pelindung pada hidung dan tenggorokan. Sementara manfaat antibodi di dalam ASI bagi bayi bertugas untuk melawan serangan virus, bakteri, kuman, maupun patogen penyebab penyakit lainnya.

Manfaat sel darah putih di dalam ASI bagi bayi yakni mengandung sel-sel penting seperti fagosit untuk membasmi berbagai kuman penyakit. Hal ini tentu akan membantu melindungi bayi sampai sistem imun pada tubuhnya bisa berfungsi secara optimal.

Bayi yang mendapatkan ASI setiap harinya memiliki saluran cerna yang banyak dihuni oleh bakteri Bifidobacteria dan Lactobacillus. Anda tak perlu cemas karena keduanya bukan bakteri jahat, melainkan bakteri baik yang bisa membantu mencegah perkembangan organisme pembawa bibit penyakit. Dengan begitu, ASI dapat membuat sistem kekebalan tubuh si kecil semakin kuat.

5. Mencegah serangan penyakit pada bayi

Menariknya lagi, manfaat memberikan ASI eksklusif bagi bayi selama 6 bulan penuh juga terbukti mampu menurunkan risiko penyakit. Ambil contohnya seperti infeksi saluran pernapasan, telinga, saluran kemih, diare, pnemonia, obesitas, diabetes, alergi, dan lain sebagainya.

Manfaat ini dikarenakan tubuh bayi mendapatkan zat kekebalan dari ASI sehingga dapat membantu melawan serangan infeksi. Bukan itu saja, kemungkinan bayi mengalami infeksi saluran pencernaan juga biasanya lebih rendah berkat manfaat dari ASI eksklusif.

Pasalnya, ASI cenderung lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Manfaat pemberian ASI juga bisa membantu mempercepat proses pematangan saluran pencernaan agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

ASI yang masuk ke saluran pencernaan juga memberikan manfaat karena memicu terbentuknya susana asam. Selanjutnya, suasana asam ini akan memicu munculnya IgA dan lapisan pelindung pada saluran pencernaan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, peningkatan jumlah IgaA berkaitan dengan semakin kuatnya sistem pertahanan saluran pencernaan terhadap serangan infeksi. Sementara itu, lapisan pada saluran pencernaan bertugas sebagai pelindung agar mikroorganisme tidak dapat menembus masuk ke dalam aliran darah.

Inilah salah satu manfaat ASI eksklusif bagi bayi yakni mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

6. Mencegah obesitas pada bayi

Meski bayi selalu menyusu setiap waktu, Anda tak perlu khawatir ASI tidak membuat bayi jadi obesitas. Sebaliknya, ASI eksklusif dapat membantu menjaga berat badannya sehingga mencegah peningkatan berat badan berlebih.

Hal ini bisa disebabkan oleh perkembangan bakteri usus yang berbeda. Jumlah bakteri usus pada bayi yang mendapatkan ASI lebih tinggi dan dapat memengaruhi proses penyimpanan lemak, menurut penelitian dalam jurnal Clinical Medicine.

Bahkan, manfaat ASI bagi bayi juga terlihat karena memiliki banyak leptin di dalam tubuhnya. Leptin merupakan hormon yang bertugas untuk mengatur nafsu makan sekaligus penyimpanan lemak di dalam tubuh.

Alhasil, penambahan berat badan bayi tidak langsung melonjak naik. Atas dasar inilah, ASI memiliki manfaat yang begitu penting bagi bayi.

7. Mempercepat pemulihan rahim pascapersalinan

Selama masa kehamilan, rahim mengalami perkembangan dari waktu ke waktu seiring semakin membesarnya bayi di dalam kandungan. Kemudian setelah melahirkan, rahim yang sudah tidak berisi bayi lagi akan mengalami proses bernama involusi.

Involusi adalah sebuah proses di mana ukuran rahim usai melahirkan akan kembali ke ukuran semula seperti sebelum hamil. Proses perubahan rahim ke ukuran semula ini dibantu oleh hormon oksitosin. Selain membantu mengembalikan ukuran rahim, hormon oksitosin juga mengurangi keluarnya perdarahan dan mendorong kontraksi rahim setelah melahirkan.

Nah, memberikan ASI ke bayi dapat membantu meningkatkan produksi hormon oksitosin. Alhasil, proses pemulihan tubuh usai melahirkan pun bisa semakin cepat berkat manfaat ASI yang satu ini.

8. Sebagai kontrasepsi alami

Menyusui ternyata dapat menunda menunda periode mensturasi Anda sehingga membantu untuk menunda kehamilan setelah melahirkan secara alami. Hal ini disebut sebagai lactational amenorrhea atau metode amenore laktasi.

Selama menyusui, produksi hormon estrogen biasanya akan berkurang, sedangkan ovulasi terjadi ketika kadar estrogen dalam tubuh meningkat. Di sini, menyusui bisa membantu memperlambat proses ovulasi selama beberapa bulan pertama pasca melahirkan.

Akan tetapi, penting untuk diperhatikan. Hal ini tidak sepenuhnya bisa benar-benar efektif sebagai kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan.

9. Menurunkan risiko ibu mengalami depresi pasca melahirkan

Depresi postpartum atau depresi setelah persalinan adalah jenis depresi yang bisa dialami ibu tidak lama setelah melahirkan. Dalam hal ini, manfaat ASI bagi ibu dapat membantu mengurangi risiko mengalami depresi postpartum.

Hal ini dipercaya berkat adanya peningkatan hormon oksitosin dan prolaktin selama masa menyusui. Proses menyusui memicu tubuh ibu untuk melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin.

Prolaktin berperan sebagai pemicu relaksasi dan juga mencegah sel telur untuk ovulasi dalam beberapa waktu sehingga siklus menstruasi dapat tertunda untuk sementara.

Sementara oksitosin berperan sebagai pemicu kedekatan antara ibu dan bayi. Itulah mengapa pelepasan kedua hormon ini saat menyusui dinilai memiliki efek anti kecemasan.

Selain itu, pelepasan kedua hormon ini juga memberikan manfaat yakni membantu membuat tubuh lebih santai dan rileks. Apalagi bila Anda menerapkan posisi menyusui yang tepat.

Baca juga: Ini Tips Menyusui Si Kecil di Tempat Umum yang Perlu Diketahui Ibu-Ibu

10. Menurunkan risiko ibu terserang penyakit

Manfaat memberikan ASI bagi ibu diyakini bisa membantu menurunkan risiko serangan penyakit kanker, seperti kanker payudara dan ovarium.

Bukan hanya itu, menyusui bayi juga dapat membantu mencegah sindrom metabolik. Sindrom metabolik berisiko membuat ibu mengalami penyakit jantung, stroke, diabetes, maupun gangguan kesehatan lainnya.

11. Praktis dan ekonomis

Ketika bayi Anda menangis karena lapar di tengah malam tentu lebih mudah untuk langsung memberikan ASI ketimbang Anda harus beranjak dan membuat susu formula. Dari segi ekonomi, pemberian ASI eksklusif juga memiliki manfaat terlebih jika diteruskan sampai usia bayi menginjak 2 tahun.

Hal ini dapat membantu mengurangi biaya untuk membeli susu formula setiap bulannya. Mengingat begitu pentingnya manfaat ASI, pastikan bayi minum ASI sesuai jadwal menyusui setiap harinya.

Intinya, ada begitu banyak manfaat ASI bagi bayi maupun ibu. Jadi, jangan ragu dan khawatir lagi untuk memberikan ASI pada bayi tepat setelah ia dilahirkan.

Agar tidak salah kaprah mengenai beragam informasi seputar ASI eksklusif, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Anda bisa bertanya dan menggali informasi lebih dalam bila sekiranya ada hal yang kurang dipahami mengenai pemberian ASI untuk bayi.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Comments
Loading...