Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Nadiem Bakal Setop PTM 100 Persen Jika….

Nadiem Bakal Setop PTM 100 Persen Jika....
Salah satu SMKN di Kabupaten Pati menggelar PTM 100 persen. (Murianews/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristekdikti) Nadiem Makarim akan mengambil sikap untuk menyetop pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Penyetopan akan dilakukan apabila terdapat klaster covid-19 dalam sekolah.

Selain itu, penyetopan TPM 100 persen juga akan dilakukan apabila terjadi lonkalan kasus Covid-19 di Indonesia.

Mengenai hal itu, sudah tertuang dalam Surat Edaran Mendikbudristekdikti Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Baca: Tahun Ajaran Baru, PTM 100 Persen Diterapkan di Kudus

Dalam SE tersebut, penyetopan hanya dilakukan sementara hingga sepekan, selama terjadi klaster covid-19. Namun, apabila semuanya sudah terkendali, maka pihak sekolah diperkenankan untuk kembali melanjutkan PTM 100 persen.

”Penghentian sementara pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dilakukan pada terjadi klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan,” demikian keterangan dari SE tersebu.

Dalam hal ini, pemerintah daerah diminta untuk melakukan pengawasan dan memberikan pembinaan terhadap penyelenggaraan pembelajaran tatap muka. Terutama memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat oleh satuan pendidikan.

Baca: Tahun Ajaran Baru Dimulai, Bupati Pati Izinkan PTM 100 Persen

”Pelaksanaan penemuan kasus aktif (actiue case finding) di satuan pendidikan baik melalui pelacakan kontak dari penemuan kasus aktif, survei berkala maupun notifikasi Peduli Lindungi,” lanjut SE tersebut.

Selain itu, lembaga pendidikan juga diminta untuk melaksanana survei perilaku kepatuhan terhadap protokol kesehatan, percepatan vaksinasi Covid-19 lanjutan (booster bagi pendidik dan tenaga kependidikan).

Kemudian Percepatan vaksinasi Covid-19 bagi peserta didik yang telah memenuhi syarat sebagai penerima vaksin Covid- 19.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...