Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

242 WNI Jadi Korban Penipuan Loker di Kamboja

242 WNI Jadi Korban Penipuan Loker di Kamboja
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Judha Nugraha (Kompas.com)

MURIANEWS, Jakarta – Sebanyak 242 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban penipuan lowongan kerja (Loker) di Kamboja. Jumlah tersebut terhitung sejak April 2021 hingga Juni 2022.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu Judha Nugraha mengatakan, penipuan loker di Kamboja ini mulai marak sejak April 2021 lalu, bahkan pada saat itu, pihaknya juga sudah mendapatkan pengaduan dari WNI yang bekerja di Kamboja.

”KBRI Phnom Penh telah menangani aduan dan memproses pembebasan sekitar 242 WNI yang mengaku menjadi korban penipuan lowongan kerja di Kamboja,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (30/7/2022).

Baca: Pemkab Kudus Tak Gelar Job Fair, Pencari Kerja Bisa Cari Loker Lewat Ini

Kasus terbaru, pihak KBRI Phnom Penh menerima adanya laporan 35 WNI yang tertipu oleh perusahaan fintech palsu dan judi online di Bhavet, Provinsi Svay Rieng, Kamboja, pada bulan Juni ini.

Menurut Judha, laporan itu langsung diproses dengan pihak kepolisian setempat agar para WNI itu diselamatkan.

”Tanggal 19 Juni 2022 KBRI Pnom Penh mengirimkan surat resmi kepada Kepolisian Svay Rieng, serta permohonan untuk menyelamatkan ke-35 WNI tersebut,” ujarnya.

Dalam perkembangan terakhir, sebanyak 7 dari 35 WNI tersebut telah meninggalkan Bhavet. Sedangkan 28 WNI lainnya masih berada di Bhavet. Tetapi, Judha memastikan kondisi WNI yang masih berada di Bhavet dalam kondisi sehat dan aman.

Baca: RS Mardi Rahayu Kudus Buka Loker Nakes, Ini Syaratnya

”Sejauh ini dalam kondisi yang sehat dan tidak ada indikasi penganiayaan,” tambah dia.

Masyarakat diminta untuk mengecek kelegalan dan kebenaran dari setiap lowongan pekerjaan di luar negeri melalui BP2MI-Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kedutaan Besar negara tujuan.

”Selalu berangkat bekerja ke luar negeri sesuai prosedur yang benar dan menggunakan visa bekerja yang resmi di keluarkan kedutaan besar negara tujuan,” tegasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...