Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengenal Kompleks Peninggalan Sunan Kudus, Situs Cagar Budaya Nasional di Kota Kretek

Mengenal Kompleks Peninggalan Sunan Kudus, Situs Cagar Budaya Nasional di Kota Kretek
Masjid Menara Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus dikenal memiliki sejumlah peninggalan bersejarah. Terutama, peninggalan para wali yang menyebarkan agama Islam di wilayah Kota Kretek dan sekitarnya.

Salah satu benda bersejarah adalah kompleks peninggalan Sunan Kudus. Situs ini bahkan sudah masuk dalam registrasi cagar budaya peringkat nasional dengan nomor CB.294.

Salah satu peninggalan dari Sunan Kudus adalah sebuah masjid yang dikenal dengan nama Masjid Menara Kudus. Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid al-Aqsa atau Masjid al-Manar. Masjid ini dibangun oleh Ja’far Shodiq atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Kudus.

Baca juga: Luwur Penutup Makam Sunan Kudus Dibuka

Sunan Kudus adalah putera dari Raden Usman Haji atau Sunan Ngundung. Sunan Kudus merupakan salah satu dari sembilan wali (wali songo) yang menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa.

Sesuai dengan namanya, Sunan Kudus menyebarkan agama Islam di wilayah Kudus. Masjid Menara Kudus dibangun pada tahun 956 H atau 1537 M. Hal tersebut diketahui dari inskripsi berbahasa Arab yang terdapat pada mimbar masjid.

Masjid ini mempunyai banyak keunikan. Salah satunya adalah bentuk menaranya yang mirip dengan candi. Menurut beberapa pengamat, menara yang terdapat pada masjid ini mirip dengan Candi Jago.

Melansir dari laman cagarbudaya.kemdikbud.go.id, Kompleks Peninggalan Sunan Kudus terdiri atas masjid, menara, dan makam. Berikut diskripsinya:

1. Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus berbentuk empat persegi panjang, desainnya merupakan penggabungan Budaya Hindu dan Budaya Islam. Untuk memasuki halaman Masjid Menara Kudus harus melewati dua gapura utama yang berbentuk candi bentar.

Terdapat lima buah pintu di sebelah kanan dan lima buah pintu di sebelah kiri. Jendelanya berjumlah empat buah. Tiang bangunan masjid terbuat dari kayu jati dan berjumlah delapan buah.

Terdapat kolam masjid berbentuk “padasan” yang merupakan peninggalan zaman purba dan dijadikan sebagai tempat wudhu. Kolam tersebut memiliki delapan lubang yang diatasnya terdapat ukiran berbentuk kepala arca.

Didalam masjid terdapat dua buah bendera yang terletak kanan dan kiri tempat kotib membaca kotbah. Di serambi depan masjid terdapat sebuah pintu gapura yang disebut “ Lawang Sewu”. Gapura tersebut merupakan peninggalan Majapahit yang digunakan sebagai pintu spion.

Suasana dalam Masjid Menara Kudus ketika karpet digulung. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Bangunan Masjid Menara Kudus terdiri atas:

a. Serambi

Serambi berupa bangunan terbuka yang terbagi dua, yaitu serambi depan dan serambi tengah. Pada serambi depan terdapat sebuah gapura kori agung yang memisahkan antara serambi depan dengan serambi tengah.

Sebelumnya gapura tersebut berada diluar masjidnamun sekarang terlindung oleh atap serambi yang merupakan perluasan bangunan masjid. Pada bagian atas serambi terdapat sebuah kubah besar yang bentuknya sama dengan bentuk kubah yang terdapat pada bangunan masjid di India. Disekeliling kubah tersebut terdapat tulisan yang menyebutkan nama-nama Islam.

Serambi tengah berukuran panjang 26,50 m dan lebar 22 m. Bangunan serambi ini merupakan ruangan terbuka dengan lantai dari ubin.

b. Ruang utama

Ruang utama ditopang oleh empat soko guru (tiang utama) dan empat soko rawa (tiang tambahan) dengan tinggi masing-masing tiang 5 meter. Pintu utama terletak di tengah sedangkan pintu lainnya berada di sisi barat dan timur ruang utama. Lantai ruang utama terbuat dari ubin.

Terdapat sebuah kori agung yang berukuran panjang 4.80 inci, lebar 55 cm, dan tinggi 5 m. Didalam ruang utama ada dua buah mimbar yaitu dibagian utara dan selatan. Terdapat mihrab dengan relung berbentuk lengkung tapal kuda.

Di kanan dan kiri mihrab terdapat jendela. Diatas mihrab terdapat inskripsi berhuruf Arab dan telah usang. Atap bangunan ruang utama berbentuk tumpang tiga dan ditutup dengan genteng merah. Pada puncak atap terdapat mustaka dari tembaga.

c. Pawestren

Pawestren merupakan bangunan baru sebagai perluasan masjid. Terletak di samping kiri masjid dengan ukuran 15.5 m dan lebar 8 m. Bangunan disanggah oleh 8 delapan buah tiang dari beton. Pintu masuk ada empat buah dan terbuat dari kayu. Jendela berjumlah empat buah dan lantai ruangan dari ubin keramik.

d. Tempat wudhu

Ada dua buah tempat wudhu di Masjid Kudus, masing-masing berukuran panjang 12 m, lebar 4 m, dan tinggi 3 m. Bentuk bangunan persegi panjang dengan bahan bangunan dari bata merah dan lantai dari ubin.

2. Menara Masjid Kudus

Salah satu keistimewaan Masjid Menara Kudus adalah menaranya yang merupakan hasil akulturasi kebudayaan Hindu, Jawa dan Islam. Bentuk menara mengingatkan bentuk candi corak Jawa Timur. Regol-regol dan gapura bentar yang terdapat di halaman depan, serambi, dan bagian dalam masjid mengingatkan pada corak kesenian klasik di Jawa Timur.

Menara masjid berdenah empat persegi dengan arah hadap ke barat. Bentuk dan konstruksi menara seperti bangunan candi Hindu yang terdiri dari tiga bagian, yaitu kaki, badan, dan atap.

Di bagian kaki menara terbawah terdapat tiga buah pelipit yang tersusun menjadi satu. Bagian kaki paling atas terdiri atas beberapa susunan yang makin ke atas makin melebar. Terdapat sebuah komposisi pelipit sebagai penyangga antara kaki bagian tengah dan atas.

Seluruh material pada kaki menara menggunakan material dari batu bata merah tanpa perekat. Pada sisi barat terdapat konstruksi tangga menara yang mengarah keluar. Hiasan yang terdapat pada kaki menara antara lain hiasan pola geometris yang berbentuk segi empat.

Di sudut kaki menara terdapat bidang polos berbetuk pilar. Di sebelah kiri dan kanan tangga terdapat hiasan berbentuk tumpal berupa segitiga sama kaki. Kaki dihiasi dengan pelipit-pelipit dan panel-panel persegi empat.

Di atas kaki terdapat selasar sebagai tempat berdiri kaki bangunan yang mempunyai hiasan pelipit-pelipit dan panel persegi serta keramik. Pada bagian kaki bangunan ini terdapat tangga naik.

Badan menara dihiasi dengan pelipit-pelipit dan relung-relung. Menara masjid memiliki ketinggian 18 meter dengan bagian dasar berukuran 10 x 10 m. Terdapat hiasan piring-piring bergambar yang berjumlah 32 buah di sekeliling bangunan.

Dua puluh buah hiasan piring berwarna biru dengan lukisan masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sementara 12 lainnya berwarna merah putih dengan lukisan kembang. Di dalam menara terdapat tangga kayu yang dibuat pada tahun 1895 M.

Tubuh menara bagian bawah merupakan sebuah pelipit besar dan tinggi yang dibagi dua oleh sebuah bingkai tebal. Tubuh menara bagian tengah berbentuk persegi yang ramping. Pada sisi utara, timur, dan selatan terdapat relung-relung kosong. Pintu masuk ruangan terbuat dari kayu.

Tubuh menara bagian atas terdiri dari susunan pelipit-pelipit mendatar yang makin ke atas makin panjang dan melebar. Hiasan yang terdapat pada tubuh menara berupa pola geometris, mangkok porselen bergambar, dekorasi bergambar, dan bentuk silang yang penempatannya berselang-seling. Selain itu terdapat tempelan benda berwujud piring yang berisi lukisan masjid, manusia dengan onta, dan lukisan bunga.

Atap menara berbentuk limas bersusun dua dan di bagian puncaknya terdapat tulisan Arab “Allah”, sedangkan di bagian bawah atap menara tergantung sebuah bedug dan kentongan. Bedug berukuran panjang 138 cm dan kentongan berukuran panjang 150 cm.

Bagian puncak menara berupa ruangan mirip pendopo berlantaikan papan yang ditopang oleh empat buah tiang kayu yang bertumpu masuk pada lantai papan yang berlapis. Di antara dua tiang sebelah timur dipasang hiasan arloji yang cukup besar. Pada salah satu tiang terdapat inskripsi yang ditulis dengan huruf dan bahasa Jawa yang berbunyi “Gapura Rusak Ewahing Jagad” yang berarti 1609 S (1685 M).

Masjid Menara Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

3. Makam

Di belakang Masjid Menara Kudus terdapat kompleks makam, diantaranya makam Sunan Kudus dan para ahli warisnya, serta tokoh lain seperti Panembahan Palembang, Pangeran Pedamaran, Panembahan Condro, Pangeran Kaling, dan Pangeran Kuleco.

Komplek makam terbagi dalam beberapa blok dan tiap blok merupakan bagian tersendiri dari hubungannya terhadap Sunan Kudus. Ada blok para putera dan puteri Sunan Kudus, ada blok para Panglima perang dan blok paling besar adalah makam Sunan Kudus sendiri. Uniknya semua pintu penghubung antar blok berbentuk gapura candi-candi.

Makam Sunan Kudus berpagar bata dan gapuranya berbentuk paduraksa yang merupakan bentuk arsitektur masa Hindu. Dipintu makam Sunan Kudus terukir kalimat Asmaul Husna, berangka tahun 1895 atau 1296 H. Makam Sunan Kudus terletak dalam cungkup yang terbuat dari kayu beratap genteng dan berbentuk limasan. Jirat makam terbuat dari marmer berhias, dan terdapat dua nisan dari batu di atas jirat tersebut.

Makam dikelilingi oleh tembok-tembok dari bata merah yang disusun berjenjang, ada yang menjorok ke dalam dan ke luar seperti layaknya bangunan candi. Area makam yang terlihat seperti komplek pemakaman Islam namun bercorak Hindu.

Masing-masing makam memiliki cungkup berbentuk denah bujur sangkar dengan ukuran sisinya 4.35 cm. Makam dengan panjang jirat 298 cm, lebar 76 cm, dan tinggi 28 cm. Nisan berbentuk lengkung bawang yang rata pada bagian atasnya. Tinggi nisan 79 cm, lebar tubuh 20 cm, dan lebar bagian kaki 28 cm.

Hiasan yang ada pada makam Sunan Kudus, yaitu pada bagian nisan berupa sulur-suluran yang mengisi bidang tumpal pada kaki makam maupun pada bagian tubuh nisan. Di sekitar makam terdapat bangunan tajug dan bak air.

Bangunan tajug atau bale-bale terdapat di dekat pintu gerbang masuk kompleks makam. Bangunan ini berdenah bujur sangkar dengan ukuran 6.63 m setiap sisinya. Di sebelah barat laut bangunan tajug terdapat bak air yang masih dipergunakan sampai sekarang. Bak air berukuran panjang 287 cm, lebar 180 cm, dan tinggi 66 cm.

Cungkup Makam Sunan Kudus yang tak berselimut luwur. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

Info grafis kompleks peninggalan Sunan Kudus

No. Regnas CB CB.294
SK Penetapan No SK : 049/M/1999
Tanggal SK : 25 Febuari 1999
Tingkat SK : Menteri

No SK : 111/M/2018
Tanggal SK : 30 April 2018
Tingkat SK : Menteri

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Situs
Nama Cagar Budaya Kompleks Peninggalan Sunan Kudus
Keberadaan Provinsi : Jawa Tengah
Kabupaten / Kota : Kabupaten Kudus

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Comments
Loading...