Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Perempuan Kuli Bata dari Garut Ini Cari Peruntungan Jual Bendera di Kudus

Mulyati berjualan pernak-pernik bendera menjelang 17-an di Jalan Sosrokartono, Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Warga asal Garut, Jawa Barat bernama Mulyati (40) mencoba peruntungan meraup rupiah. Hal itu dilakukan dengan berjualan bendera di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Mulyati memanfaatkan momen kemerdekaan untuk berjualan bendera, meski lokasinya jauh dari kampung halaman.

Di daerah asalnya Mulyati bekerja sebagai kuli batu bata. Penghasilannya menjadi kuli batu bata hanya Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per hari.

Di momen menjelang 17 Agustus, dia mencoba untuk berjualan bendera. Dia sudah berada di Kudus sejak lima hari yang lalu, yakni sejak Senin (25/7/2022).

Mulyati sudah sering berjualan di Kudus setiap menjelang 17-an mulai 2018 lalu. Saat ini dia berjualan di Jalan Sosrokartono. Lokasinya di sebelah utara Masjid Al Huda.

Ia berjuakan bendera dengan“ikut” orang. Upahnya adalah keuntungan dari hasil menjual bendera.

”Tidak ada gaji. Saya hanya mendapatkan uang dari penjualan benderanya. Misal harga benderanya Rp 10 ribu, saya jual Rp 15 ribu. Keuntungan Rp 5 ribu itulah yang jadi hak saya,” katanya, Sabtu (30/7/2022).

Baca: Siap-Siap, Antrean Nasi Buka Luwur  Sunan Kudus Tahun Ini Kembali Dibuka

Dengan sistem kerja tersebut, sebenarnya Mulyati mengalami kesulitan. Karena jika tidak ada yang membeli bendera dia tidak mendapatkan penghasilan.

”Ini saja belum ada yang beli. Padahal jualannya sejak subuh,” sambungnya.

Meski demikian, dia tetap berniat menjual bendera sampai 17 Agustus. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mendapatkan tambahan uang guna membiayai sekolah kedua anaknya.

Ia datang ke Kudus bersama sang suami. Mereka berbagi tugas untuk berjualan bendera. Sang suami berjualan di tempat lain di Kudus.

Baca: Luwur Penutup Makam Sunan Kudus Dibuka

Dia menjelaskan, suaminya bekerja sebagai tukang ojek di Garut dengan penghasilan Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu.

Di tempatnya, dia menjual beragam bendera. Mulai dari bendera berukuran kecil hingga berukuran besar. Selain itu dia juga menjual umbul-umbul. Harganya mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 200 ribu.

”Semoga saja ke depannya bisa laris. Karena kan saya juga butuh uang untuk biaya pulang ke Garut juga,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...