Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Siap-Siap, Antrean Nasi Buka Luwur  Sunan Kudus Tahun Ini Kembali Dibuka

Tamu undangan membawa berkat buka luwur di area Makam Sunan Kudus, tahun lalu. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Masyarakat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan sekitarnya patut menantikan kegiatan ini. Antrean bagi masyarakat umum untuk pembagian nasi uyah asem khas Buka Luwur Masjid Menara dan Makan Sunan Kudus akan kembali dibuka pada tahun ini.

Dua tahun kemarin, Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) selaku penyelenggara kegiatan tersebut memang meniadakan antrean bagi masyarakat umum. Alasannya, adalah karena pandemi Covid-19 sedang mewabah.

Kini setelah pandemi mereda, panitia berencana untuk membuka kembali antrean umum. Namun, tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan dan sejumlah teknis baru dari hasil evaluasi penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

”Tahun ini insyaAllah kami adakan lagi (antrean umum) di samping juga antrean berekat bagi mereka yang sudah menyumbang untuk pelaksanaannya nanti,” kata Humas panitia kegiatan tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis, Sabtu (30/7/2022).

Pembagian nasi buka luwur Sunan Kudus itu direncanakan akan digelar pada Senin 8 Agustus 2022.

Baca: Luwur Penutup Makam Sunan Kudus Dibuka

Panitia kini telah membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk acara buka lurwur Kanjeng Sunan Kudus. Untuk kemudian akan diberikan brekat salinan berupa nasi uyah asem di acara puncaknya.

”Seperti khasnya, isinya nasi putih dan olahan daging kerbau yang dibungkus dengan daun jati,” pungkasnya.

Baca: Bukan Nasi Jangkrik, Ini Nama Nasi Khas Buka Luwur Sunan Kudus yang Dibagikan ke Warga

Sebagai informasi, pada tahun 2021, ada sebanyak 24.605 bungkusan berkat kecil dan 1852 keranjang berkat nasi uyah asem telah dibagikan panitia Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus.

Teknis pembagiannya sendiri, adalah nasi uyah asem didistribusikan ke sejumah paguyuban pengelola punden di sembilan kecamatan di Kudus. Untuk kemudian bisa diteruskan di desa dan kepada masyarakat  di sana.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...