Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Aniaya Terduga Maling HP Hingga Meninggal, 11 Satpam RSUP Kariadi Diamankan

Polrestabes Semarang saat melakukan jumpa pers kasus penganiayaan yang dilakukan 11 satpam RSUP dr Kariadi. (Humas Polrestabes Semarang)

MURIANEWS, Semarang — Polrestabes Semarang mengamankan 11 petugas satuan pengamanan (Satpam) RSUP dr Kariadi Semarang. Hal itu dilakukan lantaran mereka melakukan penganiayaan terhadap seorang terduga maling HP hingga meninggal dunia.

Ironisnya, seusai melakukan penganiayaan hingga korbannya meninggal, 11 Satpam RS Kariadi Semarang itu sempat memberikan laporan palsu.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan penganiayaan itu terjadi Rabu (27/11/2022) lalu. Saat itu, satpam memperoleh laporan tentang tindak pencurian yang dilakukan seorang pengunjung rumah sakit.

”Jadi ada laporan dugaan pencurian HP. Terduga pelaku seorang laki-lakidan diserahkan ke Satpam,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Namun, bukannya diserahkan ke aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti, pria yang diduga pencuri itu justru dianiayai para satpam RS Kariadi Semarang hingga meninggal dunia.

”Korban hanya diam saat ditanya, hingga akhirnya terjadi penganiayaan,” ujar terangnya.

Satpam RS Kariadi Semarang diduga tidak hanya melakukan pemukulan dengan menggunakan sapu kepada korban. Mereka juga melakukan tindakan sadis dengan menyundutkan rokok ke dahi korban.

Akibat penganiayaan itu, korban yang hingga kini belum diketahui identitasnya pun meninggal dunia. Korban sempat dibawa para pelaku ke ruang IGD RS Kariadi Semarang.

Namun, kala itu para satpam tersebut justru membuat laporan palsu dengan menyatakan jika korban mengalami insiden jatuh.

Meski demikian, petugas IGD RS Kariadi Semarang tidak begitu saja percaya. Terlebih, setelah petugas IGD RS Kariadi Semarang menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban hingga melapor ke polisi.

Donny mengaku dari hasil visum korban diketahui jika penyebab kematian adalah pendarahan hebat pada otak akibat benda tumpul.

”Korban diduga ditendang dan dipukul. Saat dibawa ke IGD sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Atas perbuatannya, 11 Satpam RS Kariadi Semarang yang terlibat penganiayaan itu pun saat ini dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman penjara maksimal lima tahun enam bulan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...