Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Beda Rambu Tanda Dilarang Parkir dan Dilarang Berhenti yang Penting Diketahui Pengendara

Ini Beda Rambu Tanda Dilarang Parkir dan Dilarang Berhenti yang Penting Diketahui Pengendara
Foto: Rambu tanda dilarang parkir dan dilarang stop atau berhenti (dishub.kotabogor.go.id)

MURIANEWS, Kudus- Rambu lalu lintas adalah salah satu sarana yang ditempatkan di sepanjang ruas jalan raya dengan tujuan menjaga keamanan seluruh pengguna jalan. Oleh sebab itu, semua pengendara wajib hukumnya untuk mematuhi rambu lalu lintas tersebut.

Sejauh ini, ada cukup banyak jenis rambu lalu lintas yang dipasang di jalan raya serta jalan tol. Masing-masing rambu lalu lintas ini memiliki arti berbeda.

Rambu lalu lintas yang ada tidak hanya berupa gambar saja. Namun, ada rambu yang hanya berisikan lambang huruf, angka atau kata-kata.

Baca juga: Ini 24 Ragam Rambu Lalu Lintas dan Artinya yang Penting Diketahui Pengendara

Di antara bragam rambu, ada yang fungsinya hampir sama. Yakni, tanda dilarang parkir dan dilarang berhenti.

Tanda dilarang parkir maupun dilarang berhenti sering sekali diabaikan. Misalnya, saat ada tanda dilarang parkir namun ada yang bersikukuh memarkir mobil di tempat tersebut. Hal ini tentunya bakal merepotkan pengemudi lain.

Bahkan bukan tidak mungkin menimbulkan kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan lainnya. Lanyas, apa bedanya rambu larangan parkir dan berhenti?

Pengertian Parkir dan Berhenti

Melansir dari laman Auto2000, peraturan lalu lintas mengenai parkir” dan berhenti” sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Undang-undang tersebut menjelaskan, berbagai aturan penting mengenai lalu lintas termasuk definisi mengenai rambu dilarang parkir dan berhenti. Dalam pasal 1 poin 15 tertulis bahwa, Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.”

Sementara itu, untuk aturan berhenti” saat berlalu lintas di jalan diterangkan dalam undang-undang yang sama. Pasal 1 poin 16 menjelaskan, aktivitas kendaraan berhenti sebagai, Berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.”

Dari definisi yang dijelaskan dalam peraturan perundangan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa berhenti” merupakan kondisi kendaraan yang tidak bergerak dalam waktu sementara, serta pengendaranya masih berada di tempat kemudi.

Sebaliknya, parkir” mengacu pada keadaan kendaraan berhenti yang pengendaranya meninggalkan kursi kemudi.

Perbedaan Tanda Dilarang Parkir dan Dilarang Berhenti

Dari penjelasan mengenai parkir” dan berhenti” dalam Undang-undang, kini Anda seharusnya tahu perbedaan tanda dilarang parkir dan tanda dilarang berhenti.

Rambu larangan parkir berbentuk lingkaran dengan huruf P besar berwarna hitam di tengahnya. Huruf P ini dicoret dengan garis menyilang berwarna merah. P sendiri adalah singkatan dari parkir”.

Sementara itu, rambu larangan berhenti berbentuk lingkaran dengan huruf S (stop) berwarna hitam di bagian tengah. Huruf S ini pun dicoret dengan garis menyilang berwarna merah.

Bila Anda menemukan rambu dilarang berhenti dengan huruf S yang dicoret, itu artinya Anda tidak boleh berhenti berkendara di area sekitar rambu.

Bolehkah Berhenti di Tanda Dilarang Parkir dan Sebaliknya?

Sepintas tanda dilarang parkir dan dilarang berhenti memiliki fungsi yang sama, yaitu larangan kendaraan berhenti di area terpasang rambu-rambu tersebut. Namun, sudah pasti kedua rambu tersebut berbeda.

Pada rambu dilarang berhenti, Anda tidak dapat menghentikan kendaraan bahkan untuk sekian menit saja. Anda benar-benar dilarang menghentikan mobil di area terpasang rambu dilarang berhenti. Apalagi kalau untuk parkir, sudah pasti tidak diperbolehkan atau Anda akan dikenai denda.

Sementara itu, pada rambu dilarang parkir, Anda tidak boleh memarkir kendaraan. Sebuah kendaraan dikatakan terparkir apabila kondisi mesin mati dan ditinggalkan pengendaranya meski hanya beberapa meter saja.

Meskipun begitu, Anda masih bisa menghentikan kendaraan, dengan syarat pengemudi tidak turun dari mobil, mesin harus tetap nyala, dan memberikan isyarat dengan lampu sein sebelah kiri agar bisa berfungsi sebagai peringatan bagi orang lain bahwa memang sedang berhenti.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: auto2000.co.id

Comments
Loading...