Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Jepara, Polisi: Tujuh Orang Sudah Diperiksa

Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Jepara, Polisi: Tujuh Orang Sudah Diperiksa | MURIANEWS
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Tujuh orang telah diperiksa polisi terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum perawat RSUD RA Kartini pada seorang perempuan.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi mengatakan, tujuh orang tersebut termasuk terduga pelaku yakni oknum perawat berinisial AA, pihak rumah sakit dan beberapa orang terdekat AA.

Rozi menyampaikan, pihaknya masih memintai keterangan dari sejumlah pihak. Terdekat, Rozi akan memanggil dua orang lainnya untuk diperiksa.

”Total yang kami periksa sudah tujuh orang. Ini kami juga lagi mengundang dua orang lainnya untuk mengklarifikasi atas kasus tersebut,” terang Rozi, Jumat (29/7/2022).

Dijelaskan, penyelidikan kasus itu menemui sejumlah kendala. Utamanya, terkait dengan pelacakan akun twitter @UpWanita yang ditengarai adalah akun bodong.

”Sampai saat ini kami masih mendalami siapa pemilik akun twitter @UpWanita,” jelas Rozi.

Baca: Soal Dugaan Pelecehan Seksual di RSUD Kartini Jepara, Ahli Digital Forensik: Hoaks

Selama proses penyelidikan itu, Rozi memiliki beberapa kesimpulan sementara terkait postingan @UpWanita itu. Yakni akun tersebut hanya memposting cerita pelecehan seksual, namun sama sekali tak merespon tanggapan dari akun manapun.

”Dimungkinkan, akun @UpWanita itu sekarang off,” ungkap Rozi.

Kemudian, terkait dengan foto AA yang disertakan dalam postingan @UpWanita, itu diduga bersumber dari akun pribadi AA. Padahal, akun instagram itu terkunci alias hanya pengikut AA saja yang bisa melihat atau mengambil gambar di akun pribadi itu.

Selain itu, Rozi menambahkan, dalam bangsal kelas tiga sesuai yang dimaksud postingan @UpWanita berkapasitas tujuh pasien. Kemudian, jika ada pasien yang mengalami sakit serius, pihak rumah sakit tidak akan menempatkannya di ruangan itu. Melainkan di ruangan khusus.

“Apabila pasien lemah dan tak berdaya, pihak rumah sakit mengharuskan pihak keluarganya untuk menunggui. Dari sinilah kami memastikan, akun twitter @UpWanita merupakan fake akun yang tidak bertanggung jawab. Karena sampai saat ini pemilik akun itu tidak melaporkan apapun. Tapi kami tidak berhenti menyelidiki siapa pemilik akun tersebut,” pungkas Rozi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...