Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pengakuan Janda di Kudus yang Sertifikat Tanahnya Tiba-Tiba Beralih Nama

Solikah (50) dan Teguh Santoso, kuasa hukumnya. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Seorang janda bernama Solikah (50) mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kudus, setelah sertifikat tanah miliknya yang berada di Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus beralih nama tanpa sepengetahuannya.

Solikah mengaku sangat kaget setelah mengetahui sertifikat tanah yang awalnya atasnamanya dan mantan suaminya Sumardi, kini sudah beralih nama ke dua anak dari istri kedua. Berubahnya nama tersebut diketahuinya pada tahun 2019 lalu.

Ia menjelaskan, tanah yang berada tak jauh dari rumahnya itu, dibelinya bersama mantan suaminya puluhan tahun silam.

”Belinya itu sekitar tahun 1997 atau 1998-an. Setelah itu langsung disertifikatkan atas nama berdua,” katanya, Jumat (29/7/2022).

Solikah sendiri menyebut, sama sekali tidak pernah merasa memberikan tandatangan untuk peralihan nama sertifikat tanah tersebut. Tanda tangan atas namanya yang tertera, bukan dibubuhi oleh dirinya sendiri.

Baca: Sertifikat Tanah Milik Janda di Kudus Tiba-Tiba Beralih Nama

Pihaknya hanya mengetahui bahwa tanahnya tersebut dibangun rumah. Rumah tersebut ditempati mantan suaminya dengan istri kedua.

”Saya cerai itu 2019 setelah itu malah ternyata tanahnya sudah dihibahkan. Saya tidak pernah tanda tangan,” ujar janda yang memiliki tiga anak itu.

Pihaknya menyebut, mengajukan gugatan ke PN tersebut lantaran memperjuangkan hak tanah yang seharusnya miliknya. ”Keinginan saya memang meminta hak saya kembali,” ungkapnya.

Baca: Sengketa Tanah Janda di Kudus yang Beralih Nama, Pengadilan Turun ke Lokasi

Kuasa hukum solikah, Teguh Santoso menduga ada oknum yang memalsukan tanda tangan kliennya saat proses hibah. Pasalnya kliennya sendiri baru mengetahui jika tanah yang dulu atas namanya itu beralih nama setelah mantan suaminya meninggal.

”Ada dugaan pemalsuan tanda tangan, tanpa sepengetahuan,” imbuhnya.

Sementara pihak istri kedua hingga kuasa hukum notaris yang dulunya mengurus perpindahan nama sertifikat tanah tersebut, enggan berkomentar.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...