Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tergiur Promo HP Murah, Warga Grobogan Ini Malah Jadi Korban Penipuan

Tergiur Promo HP Murah, Warga Grobogan Ini Malah Jadi Korban Penipuan
Tangkapan layar percakapan Fauzi dengan penipu. (Murianews/Istimewa via Fauzi)

MURIANEWS, Grobogan – Lantaran tergiur promo HP murah, warga Kedungwungu, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Fauzi (26) malah jadi korban penipuan.

Fauzi menceritakan, awalnya pada Rabu (27/7/2022), ia melihat status akun Facebook, Wahab Salafy. Akun yang diduga sudah dikuasai penipu itu membuat status telah menerima HP android dengan harga murah, yakni Rp 500 ribu.

Dalam postingan itu disebutkan jika HP android itu bisa berharga murah karena ada Promo Smartphone JNE. Akun itu menandai 100 akun lain, termasuk Fauzi dalam postingannya.

Fauzi kemudian tergiur dengan postingan itu. Sebab, ia sudah mengenal dan sempat bertemu pemilik asli akun itu. Lebih lagi, pemilik asli akun itu merupakan seorang santri sebelum dibajak dan dikuasai penipu.

Baca: Tipu Warga Blora dan Grobogan, Wadir Pertamina Gadungan Ditangkap

Ia kemudian, mengeklik link yang tersedia di status itu. Fauzi kemudian berkomunikasi via Whatsapp (WA) dengan si penipu. Nomor WA-nya yakni +6283130021865.

Dari beberapa ponsel pintar yang ditawarkan, Fauzi memilih HP OPPO F11 Pro yang harga aslinya Rp 4,5 juta. Setelah memilih, dia kemudian diminta transfer uang sebesar Rp 500 ribu.

Namun, HP tak kunjung dikirim sesuai perjanjian. Fauzi justru malah diminta mentransfrer uang lagi sebesar Rp 750 ribu sebagai biaya ongkos kirim.

”Sebenarnya saya sudah curiga, saat disuruh transfer lagi untuk ongkos kirim. Masak ongkos kirim Rp 750 ribu,” kata Fauzi kepada Murianews, Jumat (29/7/2022).

Belum cukup sampai di situ, ia juga terus diminta mentransfer sejumlah uang hingga total Rp 3,2 juta. Adapun nomor rekening tujuannya yakni 7193990457 Bank Syariah Mandiri atas nama Hecilis Fatmawati.

Setelah transfer hingga total Rp 3,2 juta, Fauzi baru sadar bahwa dia kena tipu. Sebab, setelah dilacak pemilik akun aslinya, ternyata sudah lama tidak buka Facebook.

”Saya akhirnya sadar, sudah ditipu akun itu. Harapannya semoga yang lain tidak kena tipu seperti saya. Ini jadi pelajaran,” imbuhnya.

Meski begitu, dia enggan melaporkannya kepada polisi. Dia mengaku takut ada biaya untuk mengusut kasus tersebut. Selain itu, sudah banyak yang kena tipu seperti dirinya sebelum-sebelumnya.

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...