Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tersangka Dugaan Korupsi Tanah Bulog Grobogan Belum Ditahan, Ini Penjelasannya

Tersangka Dugaan Korupsi Tanah Bulog Grobogan Belum Ditahan, Ini Penjelasannya
Ilustrasi korupsi. (Dok. Murianews)

MURIANEWS, Grobogan – PC, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Bulog di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah masih belum ditahan.

Baru-baru ini, pria berporfesi notaris itu telah kembali diperiksa atas kasus tersebut. Kasi Intel Kejari Grobogan Frengki Wibowo mengatakan, pihaknya telah menggelar pemeriksaan lanjutan kepada PC pada Selasa (26/7/2022) lalu.

”Tim penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka PC atas dugaan korupsi penyimpangan pembayaran pembelian tanah untuk pembangunan gudang Bulog tahun 2018,” ungkap Frengki dalam keterangan tertulis.

Terkait belum dilakukan penahanan pada PC, Frengki mengatakan, tersangka masih kooperatif saat menjalani pemeriksaan. Sikap itu lah yang menjadi pertimbangan.

”Selanjutnya, dengan pertimbangan sikap tersangka yang masih kooperatif, tim penyidik masih belum akan melakukan upaya penahanan,” imbuhnya.

Baca: Tersangka Kedua Kasus Dugaan Korupsi Bulog Grobogan Belum Ditahan

Sebagaimana diberitakan, notaris PC ditetapkan tersangka Kejari Grobogan pada April 2022 lalu. Sekitar sebulan setelahnya, atau pada Mei, PC mengajukan praperadilan atas penetapan tersangkanya.

Pada 14 Juni 2022, Pengadilan Negeri Purwodadi menyatakan penetapan tersangka PC sudah sesuai. Meski begitu, hingga satu setengah bulan setelahnya, PC tak kunjung ditahan.

Untuk diketahui, dalam kasus pengadaan tanah Bulog di Mayahan, sudah ada satu orang terdakwa yang kasusnya sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Orang itu yakni Kusdiyono, yang divonis enam tahun penjara dan denda Rp 300 juta subside 6 bulan kurungan.

Kejari Grobogan menyebut penetapan tersangka kedua atas kasus tersebut sebagai Kasus Bulog Jilid II.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...