Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tips dan Rincian Biaya Bagi Pemula yang Ingin Ternak Ayam Petelur

Peternak ayam petelur memanen telur yang dihasilkan ayam. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Usaha di bidang ternak ayam petelur saat ini terbilang menjanjikan. Bagi yang belum mengetahui cara memulainya, simak tipsnya berikut.

Abdul Ghofur, peternak ayam petelur asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memberikan tips bagi seseorang yang hendak beternak ayam petelur. Terutama bagi pemula.

Menurut Ghofur, hal pertama yang harus dilakukan yakni menyiapkan modal terlebih dahulu.

Modal minimal yang bisa disiapkan menurutnya yakni sebesar Rp 9 juta untuk bibit ayam petelur. Dana itu bisa untuk membeli sekitar 100 ekor bibit ayam petelur.

Kemudian, harus menyiapkan pakan sebanyak 12 kilogram untuk 100 ekor ayam. Perkiraan, nominalnya harga pakan untuk per harinya yakni Rp 84 ribu.

Pakan tersebut berupa jagung, bekatul, dan konsentrat. Bisa juga ditambah dengan mineral. Pemberian makan dilakukan dua kali sehari, yakni pagi hari dan sore hari.

”Setelah itu nyiapin kandang paling tidak minimal berukuran 2×6 meter untuk bibit-bibit ekor ayam tersebut. Biayanya sekitar Rp 10 jutaan,” katanya, Jumat (29/7/2022).

Baca: Resign dari Pabrik, Pria di Kudus Sukses Jadi Peternak Ayam Petelur

Tak hanya itu, kebersihan kandang juga harus diperhatikan. Setidaknya harus dilakukan penyemprotan disinfektan dua pekan sekali. Selambat-lambatnya satu bulan sekali kandang harus dibersihkan.

”Selanjutnya jangan sampai ada hewan liar masuk. Karena hewan dari luar itu biasanya membawa virus. Sedangkan ayam petelur itu tidak tahan dengan virus, karena ini kan bukan ayam liar,” sambungnya.

Ghofur melanjutkan, vaksinasi setiap bulan harus dilaksanakan. Selain itu, sirkulasi udara juga diperlukan.

Dia menambahkan, peternak harus memperhatikan produksi telur. Jika produksi telur di angka 85 persen dari jumlah populasi ayam yang ada, hal itu masih dikategorikan bagus. Dengan kata lain ayam masih produktif.

Tetapi, jika produksi telur sudah di angka 70 persen, peternak harus segera mengambil persiapan. Sebab, ketika produksi telur sudah 70 persen, ayam tersebut sudah memasuki masa afkir atau masa tidak produktif.

”Kalau sudah bertelur, telurnya bisa ditawarkan ke tokoh-toko. Pasti banyak yang nyari. Saran saya, ketika nantinya ayam sudah tidak produktif biasanya setelah dua tahun, kalau bisa segera dijual,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...