Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jeritan-Jeritan Kebisuan Teater Tigakoma, Kritisi Kejahatan Mental

Pementasan teater tigakoma UMK Kudus dengan tema jeritan-jeritan kebisuan. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pentas teater dengan lakon ”jeritan-Jeritan Kebisuan” digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis, (29/7/2022) malam.

Teater bertajuk KuPen (kudune pentas) itu digelar Teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK) sebagai bentuk rindu setelah akibat pandemi Covid-19 pentas teater sangat jarang digelar.

Pentas teater tersebut diperankan oleh sembilan personel. Mereka terlihat sangat mendalami masing-masing perannya.

Jeritan-Jeritan kebisuan menceritakan peran seorang wanita yang terkucilkan dari lingkungan sekelilingnya.

Perempuan tersebut, merasa depresi dengan lingkungan sosial sekitarnya dan selalu berpikir lebih tentang cemooh-cemooh orang di sekitarnya.

”Ceritanya tentang kejahatan mental, di mana ada seorang yang terlalu memikirkan celotehan dari orang sekitarnya. Merasa terbebani dengan lingkungan sosialnya,” kata Nuwanda Johan Setiawan penulis naskah teater, Jumat (29/7/2022).

Baca: Teater Cantik itu Luka UMK Kudus Sukses Pukau Penonton

Cerita tersebut dipilih lantaran, masih banyak kejadian serupa yang ditemui dilingkungan sekitar. Menurutnya, masih banyak pribadi yang merasa tertekan dengan lingkungan sosialnya namun tidak bisa melampiaskannya.

”Orang itu diam, tapi dalam hati menjerit merasa tertekan. Ada sembilan personel yang menjadi aktor dalam pentas teater tersebut,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia Sinta Haryani menjelaskan, pentas tersebut dalam rangka memperingati HUT Tigakoma yang ke-16. Kemudian, pentas tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa baru di bidang pementasan teater.

”Pentas ini juga untuk mengasah skill pementasan mahasiswa baru yang ikut dalam teater. Ada 20 mahasiswa baru,” ujarnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...