Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mantan Anggota DPRD Sragen Ditangkap Gegara Narkoba

Ilustrasi

MURIANEWS, Sragen – Polres Sragen menangkap mantan anggota DPRD Sragen berinisial JK (54) gegara narkoba. Ia ditangkap petugas di rumahnya di Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen bersama sang adik berinisial NDP (38).

Kasatresnarkoba, AKP Rini Pangestuti mengatakan, kedua tersangka tak bisa berkilah lantaran petugas menemukan serbuk kristal yang diduga sabu-sabu seberat 0,40 gram.

”Dalam kasus ini, ada dua orang yang kami amankan. Keduanya adalah kakak beradik. Sang kakak berinisial JK yang dulu pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sragen,” katanya seperti dikutip Solopos.com

Atas tindakan itu, JK dan adiknya, NDP, dijerat dengan Pasal 112 UU No. 35/2009 tentang Narkoba. Dalam pasal tersebut keduanya terancam penjara selama empat tahun.

”Dari pengakuan tersangka, barang itu dibeli dari seseorang penghuni LP tetapi nama yang tertulis dalam transaksi non tunai itu bukan nama seseorang di LP tersebut. Kemungkinan ada operator lain,” ujar Rini.

JK mengaku sempat sembuh dari ketergantungan narkoba tetapi sekarang kambuh lagi. Dia merasa ketakutan dan meminta perlindungan karena mendapat ancaman dari orang di dalam LP.

Selain menagkan kedua tersangka, Polres Sragen juga berhasil mengungkap empat kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya selama bulan Juli ini. Dari penangkapan tersebut, tujuh orang ditetapkan jadi tersangka.

”Dari tangan para tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 1,30 gram dan pil koplo sebanyak 1.766 butir,” ungkapnya.

Meski begitu, jumlah tersangka tersebut kemungkinan masih akan bertambah. Apalagi, baru empat kasus dengan tujuh tersangka yang bisa dirilis.

Rini menyampaikan kasus pertama melibatkan tersangka XPN, 19, mahasiswa asal Kelurahan Kroyo, Karangmalang, Sragen. Remaja ini diduga menyalahgunakan obat-obatan terlarang di wilayah Sragen Kulon.

Ia ditangkap di salah satu kantin di kawasan pabrik beserta barang bukti berupa sejumlah pil koplo.

”Perinciannya 35 butir pil Atarax, 6 butir pil Alprazolam, 2 butir pil Riklona, 9 butir pil Alganax. Selain itu polisi juga menyita satu unit ponsel, uang tunai Rp300.000, tas slempang warna hitam, dan dompet warna cokelat,” terangnya.

”Atas perbuatannya tersangka dikenai Pasal 60 Ayat (2) juncto Pasal 62 UU No. 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta,” tambahnya.

Satresnarkoba juga berhasil mengungkap kasus psikotropika lain dengan tersangka WAH (23) warga Krikilan, Masaran Sragen, pada 13 Juli 2022 lalu. Pengungkapan kasus ini berawal saat petugas mendapatkan informasi rumah di wilayah Krikilan, Masaran, sering digunakan sebagai transaksi peredaran pil koplo.

Polisi kemudian menyelidiki rumah yang dimaksud. Rumah itu kemudian digeledah dan ditemukan barang bukti berupa dua dus berisi pil koplo milik tersangka.

“Setelah dihitung pil koplo itu terdiri atas trihexyphenidyl sebanyak 1.700 butir dan tramadol sebanyak 14 butir. Atas tindakannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 196 atau 197 UU No. 36/2009 tentang Kesehatan,” jelasnya.

Kasus Narkoba berikutnya terjadi di Sragen Manggis, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen. Aparat menggerebek sebuah rumah yang digunakan untuk pesta sabu di sana.

Dari penggerebekan itu, ujar dia, ditangkap tiga tersangka, yakni YAB (34) warga Sragen Wetan, SA (32) warga Sragen Wetan, dan seorang perempuan, ES (45), warga Kumai, Waringin Barat.

“Dari tangan tersangka ditemukan barang bukri berupa serbuk kristal yang diduga sabu-sabu seberat 0,90 gram, pipet kaca yang didalamnya ada residu narkoba, sedotan warga hitam yang di dalamnya masih ada sisa serbuk kristal, dua korek api, dan empat ponsel, serta seperangkat alat isap dan kacamata hitam,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...