Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Aceh

Rokok Ilegal dari Vietnam senilai Rp 3,5 Miliar Dimusnahkan

Rokok Ilegal dari Vietnam senilai Rp 3,5 Miliar Dimusnahkan
Petugas nampak membakar rokok ilegal dari Vietnam (Kompas.com)

MURIANEWS, Aceh Utara – Rokok ilegal berasal dari Vietnam yang merupakan hasil sitaan dari petugas Bea dan Cukai di tempat pendaratan ikan Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, dimusnahkan oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di lapangan Desa Alue Muden, Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (28/7/2022). Sebagian besar rokok tersebut bermerek Nikken dengan jumlah 330 karton atau senilai Rp 3,5 miliar.

Kejari Aceh Utara, Diah Ayu H L Iswara Akbari mengatakan, sejumlah rokok tersebut merupakan hasil sitaan petugas Bea Cukai pada Januari 2022 lalu.

Baca: Ribuan Batang Rokok Ilegal di Pati Diamankan

”Kita bekerjasama dengan Bea Cukai untuk memproses tindak pidana kepabeanan di Aceh Utara,” kata Diah, dikutip dari Kompas.com, Jumat (29/7/2022).

Ada tiga tersangka yang ditangkap saat itu, yakni Razali Kamaruddin, nakhoda kapal motor. Dan dua pelaku lainnya yaitu Safrizal Husen dan Samsul Bari Zakaria Yunus asal Kabupaten Aceh Utara. Mereka kini ditahan di Rumah Tahanan Negara Lhoksukon, Aceh Utara.

”Ketiga terdakwa masih melakukan upaya hukum kasasi di Mahkamah Agung RI. Meski begitu, barang bukti ini bisa langsung dimusnahkan,” sebut Diah.

Baca: 7,9 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Kudus

Dia menyebutkan, ketiga terdakwa dituntut dengan pasal 56 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 1995 Tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Setelah proses persidangan, majelis hakim Pengadilan Negeri Aceh Utara memberi vonis ketiganya bersalah pada 22 Mei 2022 dengan hukuman 2 tahun penjara.

 

Penulis: Cholis Anwar

Editor: Cholis Anwar

Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...