Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Wisata di Kebun Teh Medini Kendal, Udaranya Segar dan Cocok buat Relaksasi

Wisata di Kebun Teh Medini Kendal, Udaranya Segar dan Cocok buat Relaksasi
Foto: Pemandangan kebun teh Medini di Desa Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (jadesta.kemenparekraf.go.id)

MURIANEWS, Kudus – Wisata di kebun teh saat ini menjadi pilihan banyak orang. Dengan melihat indahnya pemandangan kebun teh yang menghijau membuat pikiran terasa segar.

Tidak hanya itu, udara di sekitar kawasan kebun teh biasanya masih terasa segar, jauh dari polusi. Oleh sebab itu, wisata di kebun teh bisa dipilih untuk relaksasi bersama keluarga.

Salah satu pilihan tempat wisata seperti ini adalah Kebun Teh Medini. Perkebunan yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda berada di Desa Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kebun teh ini jaraknya sekitar 45 menit dari Kota Semarang dengan berkendara menggunakan motor.

Baca juga: Menikmati Indahnya Kebun Teh di Lereng Gunung Slamet Brebes dari Atas Jip Wisata

Dikutip dari laman visitjawatengah.jateng.go.id, Kebun Teh Medini memiliki luas sekitar 386 hektar dan berada di ketinggian 2.050 meter di atas permukaan air laut. Suhu udara di tempat ini terbilang sangat dingin, bahkan kabut sering menutupi kawasan ini di siang hari.

Pemandangan yang ada di Kebun Teh Medini berupa hamparan luas dan berbukit-bukit dari tanaman teh. Jika datang di pagi hari biasanya akan berpapasan dengan pemetik teh yang membawa karung atau keranjang.

Biasanya wisatawan yang datang ke Kebun Teh Medini menghabiskan waktunya untuk berkeliling ke kebun tehnya atau mendirikan tenda di bumi perkemahannya.

Ada juga yang melanjutkan perjalanan sampai ke Promasan, desa terakhir untuk pendakian ke Gunung Ungaran. Jalan yang dilewati nantinya lebih terjal dan berbatu, namun begitu menggunakan motor atau mobil bisa sampai ke desa tersebut.

Di Promasan, wisatawan bisa melihat Gunung Ungaran lebih jelas serta dapat berkunjung ke Gua Jepang yang merupakan peninggalan bersejarah. Di dalamnya terdapat ruangan-ruangan yang konon katanya sebagai tempat penyiksaan saat zaman penjajahan Jepang dahulu.

Aktivitas Seru di Kebun Teh Medini

Banyak hal yang bisa dilakukan di Kebun Teh Medini. Mulai dari berkemah, berkeliling kebun tehnya, menyusuri Desa Promasan, mandi di sungainya yang masih bersih, atau hanya sekedar menghabiskan waktu dengan udara yang sejuk.  Wisatawan juga bisa melihat langsung bagaimana teh diproses dari mulai pemetikan sampai menjadi teh yang siap seduh.

Tentunya jika ingin berkunjung ke pabrik tehnya perlu izin dari pengelola agar bisa mendapatkan akses hingga ke dalam ruang produksinya. Kebun Teh Medini juga sebagai daerah penghasil teh terbesar di Jawa Tengah dengan varietas tehnya yaitu assamica dan sinensis.

Berbagai produk hasil olahan tehnya seperti teh hitam, teh oolong, green tea, dan white tea. Tak heran jika produk dari kebun teh Medini dijadikan sebagai campuran berbagai merk teh ternama di Indonesia bersanding dengan teh dari Tambi.

Kebun Teh Medini memang menjadi tempat wisata rekomendasi jika ingin mencari suasana pegunungan dengan hamparan hijau yang luas dari kebun teh. Tak ada salahnya ketika waktu liburan tiba bisa memilih tempat wisata ini untuk dijadikan sebagai pilihan.

Rute Menuju Ke Kebun Teh Medini

Untuk mencapai tempat ini, wisatawan bisa datang dari arah mana saja termasuk Kendal, Kota Semarang, atau Kabupaten Semarang. Hanya perlu mengarahkan kendaraan ke Kecamatan Limbangan dan mengikuti penunjuk jalan saja untuk menuju ke kebun tehnya.

Nantinya setelah sampai di pos penjagaan, wisatawan diwajibkan untuk mengisi data dan membayar retribusi untuk tiket masuknya. Tiket masuk Kebun Teh Medini hanya Rp 5.000 per orang.

Jadi sangat murah mengingat pemandangan yang disajikan sangat menakjubkan. Jika ingin melanjutkan perjalanan sampai ke Promasan maka wisatawan tidak perlu membayar tambahan biaya lagi.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: visitjawatengah.jateng.go.id

Comments
Loading...