Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tak Terpakai, Bantuan Obat-obatan Senilai Rp 983 Juta di Karanganyar Kedaluarsa

Foto: Ilustrasi obat-obatan (pixabay.com)

MURIANEWS, Karanganyar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar mencatat ada ribuan bantuan obat-obatan senilai Rp 983 dari Pemerintah Pusat yang kedaluarsa. Hal itu terjadi lantaran obat-obatan tersebut tak terpakai hingga memasuki masa expired.

Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar Purwanti mengatakan, ribuan obat-obatan tersebut merupakan obat-obatan jenis syok anafilatik. Obat-obatan jenis ini merupakan obat yang ditujukan untuk kegawatdaruratan.

”Secara SOP dipakai atau tidak, obat-obatan anafilatik atau emergency ini harus tersedia,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (28/7/2022).

Dalam dunia medis, syok anafilaktik membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Ia mencontohkan kasus yang membutuhkan obat itu salah satunya untuk penanganan gigitan ular berbisa. Harga obat tersebut nilainya terbilang mahal, mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Obat ini harus tersedia di layanan kesehatan seperti rumah sakit daerah. Obat-obatan ini digunakan jika terjadi kasus gigitan ular berbisa. Namun sepanjang tak ada kasus, maka obat tersebut tak digunakan hingga kondisinya kedaluwarsa.

Selain jenis obat untuk kegawatdaruratan, ada juga obat-obatan untuk penyakit khusus seperti HIV/AIDS, kusta, atau infeksi menular lain yang sudah habis masa pakainya.

”Obat-obatan yang kedaluwarsa bervariasi ada yang satu setengah tahun dan lainnya,” tuturnya.

Sebagian obat-obatan itu ada yang bisa dikembalikan. Namun ada pula yang harus dimusnahkan. Pemusnahan obat yang habis masa edarnya akan dilakukan bersama instansi lain terkait.

”Hampir setiap tahun ada yang habis masa berlakunya. Obat ini akan kita musnahkan,” kata Purwanti.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Sari Widodo, mengungkapkan informasi adanya obat-obatan senilai hampir satu miliar rupiah yang kedaluwarsa mengemuka saat rapat Badan Anggaran (Banggar) belum lama ini. Anggota Dewan juga telah meminta penjelasan dari Kepala Dinkes mengenai hal tersebut.

”Jadi pemerintah pusat mengirim bantuan obat-obatan itu sudah mepet waktu kedaluwarsanya,” kata dia.

Selain mepet, obat-obatan yang diterima merupakan jenis obat untuk panyakit langka seperti HIV/AIDS. Pihaknya hanya mengingatkan ke Dinkes untuk segera memusnahkan obat-obatan tersebut. Jangan sampai obat-obatan ini masih beredar dan membahayakan nyawa orang lain.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...