Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kakek Renta yang Dipaksa Ngemis Cucunya di Grobogan Bakal Dibawa ke Panti Lansia

Kakek Renta yang Dipaksa Ngemis Cucunya di Grobogan Bakal Dibawa ke Panti Lansia
Kakek viral dipaksa mengemis cucunya disambangi Dinsos Grobogan serta pemdes dan pemerintah kecamatan Wirosari dan diberikan sembako, Kamis (28/7/2022). (Murianews/Istimewa Kecamatan Wirosari)

MURIANEWS, Grobogan – Kakek renta yang dipaksa mengemis cucunya di Desa Kropak, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah bakal dibawa ke panti lansia oleh Dinas Sosial Grobogan.

Sementara, cucunya rencananya dimasukkan ke Pondok Pesantren Darul Aitam, Selo, Kecamatan Tawangharjo. Itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Grobogan Edy Santoso usai menyambangi rumah kakek renta itu, Kamis (28/7/2022). Menurut Edy, rencana itu berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah desa dan kecamatan.

”Rencananya ke Pondok Pesantren Darul Aitam, Selo, Tawangharjo. Untuk kakeknya akan dibawa ke panti lansia,” tutur Edy.

Baca: Kakek Renta Dipaksa Ngemis Cucu di Grobogan, Ini Kata Kades

Meski begitu, Edy menyebut rencana tersebut harus sepengetahuan orangtuanya. Masalahnya, keberadaan kedua orangtuanya hingga kini masih tidak diketahui.

”Infonya, orangtua yang bersangkutan di Jawa Barat. Tapi, tepatnya tidak diketahui,” imbuhnya.

Untuk sementara, kakek renta dan remaja putri itu mendapatkan pendampingan psikologis di RSUD Purwodadi. Itu juga untuk memastikan kondisi mentalnya cukup baik apabila nantinya benar-benar dimasukkan ke Ponpes serta panti lansia.

”Akan didampingi psikolog. Kira-kira psikisnya gimana kalau dibawa ke Ponpes. Agar tidak terjadi masalah di pondok nantinya. Kakeknya juga,” paparnya.

Baca: Sedih, Kakek Renta di Grobogan Dipaksa Ngemis Cucu Sendiri

Sementara itu, Kepala Desa Kropak, Sukinah mengatakan, remaja putri yang memaksa kakeknya mengemis itu diasuh kakek dan neneknya sejak kecil. Sang nenek meninggal tahun lalu dan kini mereka pun hanya tinggal berdua.

”Dulu saat kecil kan orangtuanya tidak mau (mengasuh, red). Ada yang mau mengadopsi tapi tidak dibolehkan kakeknya,” katanya.

Sang bocah kemudian dibawa sang kakek di Semarang untuk meminta-minta hingga usia SD. Sejak kelas 1 SD hingga sekarang kelas 6 SD, mereka pulang ke Kropak, Wirosari.

Sementara, mengenai sekolahnya, ia tidak masuk sekolah selama dua pekan karena seragamnya tidak ketemu. Sebelumnya, dia memang tidak masuk sekolah sejak Covid-19 melanda.

”Dulu rutin sekolah. Semenjak ada Covid-19 kan libur. Lha dua pekan ini tidak sekolah karena seragamnya tidak ketemu, karena libur lama. Tapi tadi sudah sekolah lagi,” ungkapnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...