Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Perusahaan Karung di Kudus Dihukum Bayar Gaji dan Pesangon Rp 40 Miliar

Suasana di PT Soloroda Indah Plastik Kudus yang dihukum untuk membayar gaji dan pesangon yang tertunggak. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Perusahaan karung PT Soloroda Indah Plastik, di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dihukum Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Semarang untuk membayar gaji dan pesangon kepada ratusan pekerja yang telah diPHK pada 2017 lalu.

Nilai pesangon yang wajib dibayarkan mencapai Rp 40 miliar untuk 269 mantan karyawan.

Ini tertuang dalam putusan PHI Semarang pada 22 April 2019 lalu dengan Nomor: 7/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.SMG.

Kuasa Hukum mantan karyawan PT Soloroda Indah Plastik Machasinrochman mengatakan, tuntutan para mantan karyawan telah dikabulkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial Semarang.

Diketahui, ada 269 mantan karyawan yang belum mendapatkan upah hingga pesangon setelah di PHK sejak tahun 2017.

”Yang wajib dibayarkan PT Soloroda itu, gaji yang belum dibayar saat dirumahkan, kemudian pesangon, hingga uang proses tunggu yang harus dibayarkan kepada masing-masing karyawan,” katanya, Kamis (28/7/2022).

Baca: Perusahaan Karung di Kudus Digugat Gegara Tak Bayar Pesangon

Secara keseluruhan, sambung dia, PT Soloroda wajib membayar dengan nominal Rp 40 miliar kepada ratusan mantan karyawan yang mengajukan gugatan tersebut.

”Total sekitar Rp 40 miliar sekian, terdiri dari uang pesangon, gaji yang belum dibayar, dan uang proses. Uang proses masing-masing mendapat Rp 1,74 juta per orang. Untuk yang lain bervariatif, beda-beda,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Soloroda Indah Plastik digugat ratusan mantan karyawan. Pasalnya perusahaan yang memproduksi karung sak itu, tak membayar pesangon ratusan karyawan setelah melakukan PHK pada tahun 2017.

Total ada 269 mantan karyawan yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada awal tahun 2019 lalu.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...